Sabtu, 14 Desember 2019

M. Mukit

Layanan Kesehatan Datangi Warga Pesanggaran

Setelah mengantri cukup lama, petugas layanan kesehatan melayaninya. “Pokoknya kalau tidak terasa sakit obatnya jangan diminum, ya, Mbah,” pinta dr. Norma.

Warga Kandangan Masih Giat Membuat Gula Merah

Sekitar 20 industri rumahan memproduksi gula merah di Desa Kandangan. Salah satunya Supeno (50) yang sudah 20 tahun lebih menggeluti usaha gula kelapa itu.

Musrenbangdes Desa Sarongan Berjalan Lancar

Materi musrenbangdes ini terbagi lima bidang: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan umum. Setiap bidang dibahas oleh kelompok kecil peserta.

Jalan Kampung di Mulyoasri Kini Mulus Dirabat Beton

Meski hanya jalan kampung, lalu-lintas warga di jalan ini cukup padat. Terlebih saat panen buah naga, banyak petani dan pedagang lalu-lalang lewat jalan ini.

Gotong Royong Membangun Jalan Desa Sumberagung

"Warga sini kompak meski tanpa HOK dari pemerintah desa,” ujar Minhar yang dibenarkan Kades Sumberagung, Vivin. Ia bangga warganya masih rajin gotong royong.

About Me

25 KIRIMAN
0 KOMENTAR
- Advertisement -

Latest News

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).
- Advertisement -

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?