Sabtu, 14 Desember 2019

Cerita di Balik Petilasan Mbah Pesanggrahan

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Sumbermulyo – Menelusuri cerita mengenai Mbah Pesanggrahan ditemani motor kesayangan. Kunikmati desiran angin yang menerpa wajahku. Terasa sejuk. Panasnya terik sinar matahari siang itu pun seakan hilang terbawa hembusan angin.

Dalam kecepatan sedang, kupacu motorku melewati jalanan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Jalan yang kulalui kebanyakan adalah jalan berbatu makadam. Bergelombang dan kasar.

Setelah sekitar 15 menit aku berkendara, kuhentikan motorku di salah satu pertigaan Dusun Mulyoasri, Desa Sumbermulyo. Tak jauh dari pertigaan itu, aku dibuat penasaran dengan sebuah gapura bertuliskan “Mbah Pesanggrahan”.

Sontak aku pun bergumam, “Mbah Pesanggrahan. Ini yang aku cari”.

Sesaat berselang, kuarahkan motorku menuju salah satu rumah warga yang berada persis di sebelah gapura. Di dalam rumah sederhana tersebut, aku bertemu dengan nenek pemilik rumah, Mbah Marinah namanya.

Menurut cerita Mbah Marinah, petilasan Mbah Pesanggrahan konon merupakan sanggrah (peristirahatan) Ratu Mataram dan orang-orang kerajaan pada masa lalu. “Mbah Pesanggrahan itu bukan makam,” ujar Mbah Marinah dalam bahasa Jawa.

“Saya tidak tau sejarahnya persis seperti apa, nduk,” lanjutnya. “Tapi yang jelas, dulu itu adalah tempat sanggrah-nya (peristirahatannya) orang kerajaan,” ujar nenek itu lirih.

Pesanggrahan sendiri berasal dari kata sanggrah yang berarti tempat singgah atau tempat istirahat. Ketika Mbah Marinah lahir, petilasan Mbah Pesanggrahan itu sudah ada.

Menurut keterangan Mbah Marinah, zaman dahulu Ratu Mataram ingin menghancurkan Raja Blambangan. Namun, sasarannya meleset dan jadilah Gunung Srawet yang berada di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Ada kisah lain yang berbau mistis dari Pesanggrahan ini. “Apakah kamu percaya hal gaib?” tanya Mbah Marinah kepadaku dengan tatapan tajam.

Sontak aku ternganga. Dengan sedikit ragu bercampur bingung aku menjawab, “Sedikit percaya, mbah,” ujarku takut.

Menurut Mbah Marinah, di petilasan Mbah Pesanggrahan tersebut ada beberapa putri berparas sangat cantik yang tinggal di sana. Namun, tidak semua orang bisa melihatnya. “Jika seseorang mempunyai mata batin yang kuat, ketika para putri tersebut menepi, maka orang tersebut bisa melihatnya,” terang Mbah Marinah.

Pesanggrahan 2
Sebuah balai dibangun di area Petilasan Pesanggaran.

Mbah Suro Pembuka Tanah Pesanggaran

Tanah Pesanggrahan sendiri menurut Mbah Marinah merupakan pemberian dari Mbah Suro. Mbah Suro adalah orang yang pertama kali membuka tanah Pesanggaran.

Diceritakan saat itu Pesanggaran masih berupa hutan lebat dan angker. Setiap kali ada orang hendak membabat hutan di sana, maka sore harinya dia jatuh sakit dan meninggal pada esok harinya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Mbah Suro.

Sebelum mulai menebang, Mbah Suro pun mengucapkan sebuah nazar; apabila keluarganya utuh, dia akan membuka lahan hingga dua hektare dan akan dijadikannya tanah suci. Dan ketika keluarganya benar-benar utuh, nazar itu pun ia penuhi.

Mbah Suro juga berujar, apabila tanah yang dibukanya suatu hari ramai, akan dinamainya Pesanggrahan.

“Dan apabila suatu saat tempat ini ramai, akan saya beri nama Desa Pesanggrahan,” begitu kata Mbah Marinah meniru tutur kata Mbah Suro.

Petilasan Mbah Pesanggrahan Banyak Dikunjungi Orang

Hingga saat ini, petilasan Mbah Pesanggrahan masih ramai dikunjungi orang. Tak hanya warga lokal, namun orang dari luar kota seperti Lumajang, Pasuruan dan kota-kota besar lainnya sering kali datang untuk berdoa di petilasan Mbah Pesanggrahan ini.

Dipercayai jika berdoa di petilasan Mbah Pesanggrahan itu dapat terkabul segala keinginan dan urusannya. Entah itu masalah pekerjaan, pendidikan hingga meminta kelancaran jodoh dan rezeki. Bahkan tak jarang juga dulu orang meminta nomor togel di tempat ini.

Menurut kesaksian Mbah Warsih, salah satu warga yang berdomisili dekat dengan lokasi petilasan, tempat itu selalu ramai ketika Jum’at Legi. Orang-orang berbondong-bondong datang untuk tabur bunga di petilasan tersebut.

“Kalau hari-hari biasa ya ada, nduk. Orang minta sukses, orang minta lancar pendidikannya dan banyak urusan duniawi lainnya,” ucap ibu Warsih tersebut sembari memandang jauh ke arah petilasan.

Warsih mengaku tidak mengetahui dengan pasti apakah permintaan orang-orang tersebut benar-benar terkabul setelah dari petilasan ini. semua itu tergantung keyakinan masing-masing orang. “Percaya gak percaya, hal itu memang nyata jika orang-orang yang mempunyai hajat tersebut sangat prcaya dengan hal-hal tahayul seperti itu,” tutup Warsih yang juga merupakan akhir dari pencarian ceritaku hari itu. (tiw)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: