Minggu, 27 September 2020

Ganti Profesi, Pantang Menyerah Gegara Wabah

: :

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Ganti profesi atau pekerjaan itu adalah sesuatu yang lumrah. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah karena berbagai alasan.

Kata orang, kerja adalah tindakan manusia yang paling dasar. Di masa kini, dengan bekerja manusia bisa mengekspresikan dirinya dan beroleh rupiah.

Wabah virus Corona Covid-19 yang melanda dunia, tak pelak lagi berdampak terhadap pekerjaan dan ekonomi masyarakat pada umumnya. Mereka harus kehilangan pekerjaan atau menutup usahanya.

Bagi yang beruntung, mereka bisa ganti profesi atau pekerjaan untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal ini dialami oleh Badrul Munir (34 tahun), warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Sebelum Covid-19 mewabah, Munir berprofesi sebagai pemain organ tunggal. Undangan manggung untuknya cukup padat. Rupiah pun ia dapat. “Bisa lebih 12 kali manggung setiap bulannya,” katanya.

Lanjut ke halaman berikutnya…

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Jalan Pelik Pembalap Cilik

TUBUHNYA tidak terlalu gemuk, bahkan cenderung kurus, dengan kulit agak hitam. Usianya baru menginjak 10 tahun dengan tinggi badan sekitar 150 meter. Apabila sedang di rumah, seperti umumnya anak-anak seusianya, dia juga bermain layang-layang, game di telepon pintar, atau sekadar bersepeda bersama teman-temannya.

Pertemuan Rutin Perangkat Desa Sumberagung

Perangkat Desa Sumberagung dan anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa di Dusun Silirbaru mengadakan pertemuan rutin, Rabu, 23 September 2020. Agar para peserta bersemangat menghadirinya, mereka mengisinya dengan arisan dan diskusi.

Baca Juga: