Minggu, 9 Agustus 2020

Karena Kayu Lapuk, SDN 6 Pesanggaran Bongkar Atap Ruang Kelas

: :

Model Pembelajaran Guling, Pilihan di Tengah Pandemi

Model pembelajaran di sekolah berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah melarang semua sekolah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi mengadakan model pembelajaran tatap muka di kelas.

Pawon Bu Atim, Penuhi Selera Masakan Rumahan

Sebagai daerah wisata, Desa Sumberagung juga menawarkan ragam kuliner yang lezat. Salah satu tempat makan di Sumberagung yang menawarkan selera masakan rumahan adalah Pawon Bu Atim.

Potensi Wisata Baru di Kandangan: Puncak Surga

Pemerintah Desa Kandangan terus berupaya mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Yang terbaru adalah wisata alam Puncak Surga yang terletak di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Pesanggaran – Pihak SDN 6 Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bersama Komite Sekolah terpaksa membongkar atap dua ruang kelasnya (12/12) lalu. Hal ini karena kondisi rangka atap sekolah sudah rusak parah. Reng dan usuk penopang genting sudah banyak yang lapuk.

Saat ini, dua ruang kelas tidak bisa digunakan karena gentingnya telah diturunkan. 

Kepala SDN 6 Pesanggaran, Supriyadi menceritakan alasannya mengapa langkah pembongkaran ini harus dilakukan. Keputusan itu diawali dari adanya genting yang jatuh.

Setelah diperiksa, ternyata rangka atap sekolah sudah banyak yang lapuk. Sementara waktu sudah menjelang musim hujan. Sehingga, dikhawatirkan atap akan ambruk karena tidak mampu menopang curahan air hujan. Hal ini tentu akan membahayakan warga sekolah.

“Terus terang kami khawatir saat musim hujan datang akan membahayakan warga sekolah, terutama anak didik,” terang Supriyadi.

Melihat kondisi ini, lelaki berkacamata ini segera melaporkan keadaan sekolahnya kepada Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Pesanggaran. Pihak Korwilkersatdik pun menyarankan agar genting sekolah segera diturunkan.

“Sekolah-sekolah yang dalam kondisi tidak baik segera ditindaklanjuti daripada membahayakan peserta didik,” jawab Kepala Korwilkersatdik Pesanggaran seperti ditirukan oleh Supriyadi.

SDN 6 Pesanggaran

Supriyadi pun segera menghubungi Komite SDN 6 Pesanggaran, Abdur Rohim untuk segera bertindak. Abdur Rohim segera memeriksa keadaan sekolah dengan ditemani Supriyadi.

Abdur Rohim mengaku menyetujui rencana pembongkaran karena dia melihat secara langsung keadaan atap sekolah tersebut. “Saya pegang kayunya memang sudah lapuk sehingga saya setuju dan mengajak warga gotong-royong menurunkan genting sekolah,” terangnya.

Selanjutnya, Abdur Rohim berharap ada pihak yang mau membantu renovasi atap sekolah. Sehingga, ruang kelas bisa ditempati saat anak-anak masuk nanti. “Semoga renovasi ini bisa segera terlaksana,” harapnya. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Model Pembelajaran Guling, Pilihan di Tengah Pandemi

Model pembelajaran di sekolah berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah melarang semua sekolah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi mengadakan model pembelajaran tatap muka di kelas.

Pawon Bu Atim, Penuhi Selera Masakan Rumahan

Sebagai daerah wisata, Desa Sumberagung juga menawarkan ragam kuliner yang lezat. Salah satu tempat makan di Sumberagung yang menawarkan selera masakan rumahan adalah Pawon Bu Atim.

Potensi Wisata Baru di Kandangan: Puncak Surga

Pemerintah Desa Kandangan terus berupaya mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Yang terbaru adalah wisata alam Puncak Surga yang terletak di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Ganti Profesi, Pantang Menyerah Gegara Wabah

Ganti profesi atau pekerjaan itu adalah sesuatu yang lumrah. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah karena berbagai alasan.

Menjadi Ibu untuk Anak-anak dan Lingkungan

Hidup bahagia selamanya merupakan harapan kedua mempelai saat melaksanakan pernikahan. Menjadi ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Tidak ada yang mengharapkan perselisihan selama menjalani kehidupan berumah tangga, apalagi sampai berakhir perceraian.

Baca Juga: