Selasa, 21 Januari 2020

Karena Kayu Lapuk, SDN 6 Pesanggaran Bongkar Atap Ruang Kelas

: :

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Pesanggaran – Pihak SDN 6 Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bersama Komite Sekolah terpaksa membongkar atap dua ruang kelasnya (12/12) lalu. Hal ini karena kondisi rangka atap sekolah sudah rusak parah. Reng dan usuk penopang genting sudah banyak yang lapuk.

Saat ini, dua ruang kelas tidak bisa digunakan karena gentingnya telah diturunkan. 

Kepala SDN 6 Pesanggaran, Supriyadi menceritakan alasannya mengapa langkah pembongkaran ini harus dilakukan. Keputusan itu diawali dari adanya genting yang jatuh.

Setelah diperiksa, ternyata rangka atap sekolah sudah banyak yang lapuk. Sementara waktu sudah menjelang musim hujan. Sehingga, dikhawatirkan atap akan ambruk karena tidak mampu menopang curahan air hujan. Hal ini tentu akan membahayakan warga sekolah.

“Terus terang kami khawatir saat musim hujan datang akan membahayakan warga sekolah, terutama anak didik,” terang Supriyadi.

Melihat kondisi ini, lelaki berkacamata ini segera melaporkan keadaan sekolahnya kepada Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Pesanggaran. Pihak Korwilkersatdik pun menyarankan agar genting sekolah segera diturunkan.

“Sekolah-sekolah yang dalam kondisi tidak baik segera ditindaklanjuti daripada membahayakan peserta didik,” jawab Kepala Korwilkersatdik Pesanggaran seperti ditirukan oleh Supriyadi.

SDN 6 Pesanggaran

Supriyadi pun segera menghubungi Komite SDN 6 Pesanggaran, Abdur Rohim untuk segera bertindak. Abdur Rohim segera memeriksa keadaan sekolah dengan ditemani Supriyadi.

Abdur Rohim mengaku menyetujui rencana pembongkaran karena dia melihat secara langsung keadaan atap sekolah tersebut. “Saya pegang kayunya memang sudah lapuk sehingga saya setuju dan mengajak warga gotong-royong menurunkan genting sekolah,” terangnya.

Selanjutnya, Abdur Rohim berharap ada pihak yang mau membantu renovasi atap sekolah. Sehingga, ruang kelas bisa ditempati saat anak-anak masuk nanti. “Semoga renovasi ini bisa segera terlaksana,” harapnya. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Minhajussalikin dan Dakwah Islam di Pesanggaran

Membincang soal dakwah Islam di Pesanggaran tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh seperti Kiai Khoirun dan KH. Fathul Mubin Amirullah. Kiai Khoirun adalah pendiri Masjid Jami’ Roudlotul Huda, sedangkan Kiai Mubin adalah pengasuh Pondok Pesantren (PP) Minhajussalikin.

Gula Semut yang Imut

Ada gula ada semut, semua orang kenal ungkapan ini. Tapi, tahukah Anda tentang gula semut? Produk dengan nama yang lucu ini memang belum terlalu populer.

Baca Juga: