Rabu, 20 November 2019

Karyawan BSI dan Perusahaan Rekanan Peringati Hari Kartini

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puluhan karyawan wanita yang tergabung dalam Kartini Tumpang Pitu memperingati Hari Kartini di kantor External Affairs, Senin (22/4). Para wanita ini adalah karyawan PT Bumi Suksesindo (BSI) perusahaan rekanan yang terlibat dalam Operasi Tujuh Bukit.

Berbeda dengan hari-hari biasa di mana para wanita ini berseragam pekerja tambang, khusus hari ini, mereka mengenakan kebaya. Mereka pun tampak cantik dan anggun dalam balutan busana tradisional tersebut.

Ketua Panitia Penyelenggara, Anggun Murniwati, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan sesama karyawan, khususnya karyawan wanita, yang terlibat dalam Operasi Tujuh Bukit. “Kegiatan ini untuk semua karyawan wanita baik dari PT BSI maupun kontraktor,” urai Anggun.

Rasa persaudaraan yang kuat antar karyawan diharapkan dapat meningkatkan kerjasama tim dalam menjalankan pekerjaannya. “Dengan kegiatan bersama ini diharapkan kekompakan tim semakin baik,” jelas Anggun.

Selain itu, lanjut Anggun, kegiatan ini juga sebagai wujud terima kasih kepada Kartini yang telah memperjuangkan nasib kaum wanita di eranya. Berkat perjuangannya itu, wanita masa kini dapat berkarier di bidang yang dianggap hanya milik laki-laki, seperti pertambangan.

Kartini Tumpang Pitu bersama Manajemen PT BSI.

Sementara itu, manajemen PT BSI melalui Senior Manajer External Affairs, Sudarmono, mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh para karyawan wanita ini. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan kecintaan dan penghargaan karyawan terhadap jasa para pahlawan.

Mengenai spirit kesetaraan yang diperjuangkan Kartini, Sudarmono menegaskan bahwa keberadaan karyawan wanita sama pentingnya dengan karyawan laki-laki. Penilaian karyawan berdasarkan kinerja.

“Kami tidak memperlakukan karyawan atas dasar jenis kelamin. Kinerjalah yang menentukan kualitas karyawan,” tegas Sudarmono.

Penilaian best costume dalam peringatan Hari Kartini 2019 di PT BSI.

Untuk menambah wawasan para karyawan, dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, panitia menghadirkan seorang psikolog ibu dan anak dari Kota Banyuwangi, Adreina Marcelina. Pendiri Yayasan Matahari ini menyampaikan mengenai keseimbangan pola asuh anak untuk wanita karier.

Rangkaian acara ditutup dengan penilaian best costume dan lucky draw. “Ini untuk menyemangati para peserta. Hadiahnya juga menarik,” pungkas Anggun. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: