Rabu, 20 November 2019

Masjid Baitul Makmur Silirbaru Gelar Safari Ramadan

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Pengurus Takmir Masjid Baitul Makmur Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Pesanggaran menggelar acara safari Ramadan bersama para jamaah (8/5). Acara ini berlangsung di serambi masjid yang sedang dalam tahap pembangunan ini.

Selain warga jamaah masjid Baitul Makmur, panitia juga mengundang jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pesanggaran, pemerintah Desa Sumberagung, dan tokoh masyarakat. Pihak panitia juga menggandeng PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk mensukseskan acara.

Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Baitul Makmur, Dja’far Shodiq, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya acara. Dia juga menyampaikan perihal perkembangan pembangunan masjid yang dipimpinnya yang sudah mendekati sempurna.

“Atas amal jariyah Anda semua, akhirnya pembangunan bisa diwujudkan,” ucapnya.

KH. Nur Hadi menyampaikan materi pengajian di depan jamaah masjid Baitul Makmur dan tamu undangan (8/5).

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pesanggaran, Sunarto, yang hadir mewakili Camat Pesanggaran mengajak warga masyarakat untuk terus meningkatkan amal ibadah di bulan suci.

Kegiatan Safari Ramadan ini diharapkan membawa berkah bagi masyarakat. Dia juga menghimbau kepada warga untuk terus meningkatkan kerukunan dan persatuan umat.

“Jangan kita tidak saling mengacuhkan satu sama lain,” terang Sunarto.
Setelah beberapa sambutan, panitia memberikan santunan kepada yatim piatu yang tinggal di lingkungan masjid. Ada sepuluh anak yang mendapatkan santunan sore itu. 

Acara inti diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Nur Hadi dari Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Pengajian berlangsung hingga azan magrib berkumandang dan ditutup dengan salat magrib berjamaah dan buka puasa bersama.

Sebagai informasi, pengajian ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang diadakan oleh PT BSI dan pemerintah Kecamatan Pesanggaran. Safari Ramadan tahun ini berlangsung di 10 tempat, yaitu Masjid Baitul Makmur Silirbaru, Sumberagung (8/5), Masjid Baitul Falah Pancer Sumberagung (10/5), Masjid At Taqwa Pancer Sumberagung (13/5), Musala At Taqwa Silrbaru, Sumberagung (15/5), Masjid Baiturrohman Ringinagung, Pesanggaran (17/5), Masjid Baiturrakhim Ringinsari, Pesanggaran (20/5), Masjid Al Mubarok Tembakur, Sumbermulyo (22/5), Musala Nurul Jadid Krajan, Sarongan (25/5), Masjid Nurul Iman Krajan, Kandangan (26/5) dan Masjid Miftahul Huda Silirsari, Kesilir. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: