Sabtu, 14 Desember 2019

Meski Fisik Menghambat, Mansur Tetap Semangat Kerja

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Suara deru mesin penghalus kayu terdengar keras. Maju mundur menyasar permukaan kayu yang belum benar-benar rata.

Sementara tangan kekar Mansur (50) menggenggam pegangan mesin. Sesekali matanya memicing ke arah permukaan kayu untuk melihat hasil yang dikerjakannya.

Kekurangan fisik tidak mengurangi semangat Mansur untuk terus berkarya. Sudah tidak terhitung berapa barang mebelair hasil karya tangan terampilnya.

Dengan kelihaian nya membuat perabot rumah dengan berbahan dasar kayu, Pak Mansur sering diminta untuk menggarap desain kayu rumah warga, restaurant dan tempat-tempat lain.

Bermodalkan telaten dan sabar serta semangatnya dalam bekerja membuat ia banyak dipercaya oleh masyarakat, bahkan sampai luar kota.

Musibah yang mengakibatkan keadaan Mansur seperti saat ini terjadi saat dia kelas 6 SD.  “Awalnya cuma sakit biasa. Panas tinggi dan muntah-muntah,” terang Mansur sambil membetulkan posisi duduknya.

Mansur tidak menyangka hal itu akan menyebabkan kelumpuhan. Dia mengaku, sangat terpukul saat itu. “Rasanya tidak mempunyai semangat hidup waktu itu,” kenangnya pedih.

Apalagi saat pertama kali masuk sekolah dengan keadaan yang berbeda dari teman-temannya, dia dikerumuni teman-teman satu sekolah serta guru-guru. “Rasanya nyaliku sempit sekali”, imbuhnya.

Namun ia berpikir, tidak ada gunanya menuruti keterpurukannya. Mansur mulai belajar menerima keadaan dan kembali beraktifitas seperti biasa.

Gusti Allah maringi (memberi) rejeki itu enggak cuma satu jalan, jadi apa yang ada ya dikerjakan”, tuturnya. Ia berpesan agar masyarakat yang normal bisa lebih semangat dibanding dirinya.

“Dengan keadaan saya seperti ini, seharusnya mereka yang normal bisa lebih sukses dibanding saya”, pungkasnya. (tiw)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: