Selasa, 13 Okt 2026
MENU

Polres Banyuwangi Gembleng Security PT BSI

Sedulur, Pesanggaran - Sebanyak 54 anggota Satuan Pengamanan (Satpam/Security) PT Bumi Suksesindo--Gardatama Nusantara—mengikuti pelatihan Negotiation and Conflict Resolution, Selasa, 6 September 2026.

Pelatihan komunikasi interpersonal tersebut berlangsung di Ruang Tembaga Auditorium Tujuh Bukit. Materi pelatihan disampaikan oleh tim Polresta Banyuwangi.

Salah satu pemateri, Kompol Basori Alwi, S.H., M.H. menekankan bahwa security merupakan kepanjangan tangan polisi. Mereka berwenang penuh mengamankan dan menindak hal-hal yang berkaitan dengan keamaan area yang sedang mereka jaga.


Baca Lainnya :

Berkenaan dengan wewenang tersebut, setiap anggota security harus mendalami kemampuan dan ilmu dasar pengamanan, antara lain cara menginterogasi dan menangkap pelaku kejahatan di tempat kerja hingga mengatur lalu lintas di area.

“Wajib bagi kami untuk mendidik dan membina setiap perusahaan yang memakai jasa satpam sebagai bekal mereka bertugas di lapangan. Selain itu, mereka kan juga penghubung public relation. Apalagi PT BSI sudah mengantongi status Obvitnas [Objek Vital Nasional],” tegas Kompol Basori.

Selain statusnya sebagai Obvitnas, kekhususan kondisi wilayah PT BSI adalah lalu lalang truk besar bermuatan material keluar masuk area pertambangan. Kondisi tersebut sangat berisiko, terlebih lagi lokasi PT BSI bertetangga dengan perdesaan.

Tidak hanya mengenai regulasi sesuai KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), para peserta pelatihan juga berkesempatan meningkatkan kemampuan membela diri guna mengamankan pelaku tindak kejahatan, mengintimidasi secara emosional, hingga mengenali ciri-ciri lawan sedang bohong atau jujur.

Terkait materi bela diri dan cara menangkap pelaku tindak kejahatan tersebut, Aiptu Yudhi Irawan, S.H., memperagakan gerakan eksekusi pelaku sesuai prosedur. Ia kemudian meminta meminta peserta pelatihan untuk memperagakan gerakan tersebut.

“Kurang kencang itu narik tangan pelakunya,” serunya sambil membenarkan posisi tangan dua orang satpam yang sedang praktik. “Namanya menangkap pelaku tindak kejahatan, kita harus tega.”

Peserta lain memperhatikan adegan itu dengan saksama. Salah seorang peserta, Puja Nira, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan Negotiation and Conflict Resolution ini. Perempuan 23 tahun tersebut mengaku dapat menyegarkan kembali ilmunya sekaligus mendapat tambahan pengetahuan mengenai aturan serta kemampuan bela diri.

“Saya berharap semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan serta mendapat materi dan pengetahuan baru lainnya,” tutur perempuan asal Desa Sumbermulyo tersebut.

Tidak ketinggalan, Kapolsek Pesanggaran AKP Agus Hariwidodo, S.H. juga menyampaikan materinya. Ia menitikberatkan pada topik tentang kelengkapan anggota, penyampaian informasi dari anggota kepada pimpinan atau sebaliknya, dan penataan kekuatan tim.

“Dalam tiga poin penting yang saya sampaikan tadi, itu semua sangat berpengaruh dengan regulasi keamanan yang sangat bermanfaat dalam proses penjagaan di lingkungan PT BSI. Dengan luas wilayah pertambangan ini, harus tetap diperhatikan mengenai kesiapan dan kesigapan semua team security yang bertugas,” pesan AKP Agus. Sebagai tambahan, Kompol Basori berharap PT BSI dapat melakukan pelatihan satpam secara berkala, minimal enam bulan sekali, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. (gil)