Sedulur, Pesanggaran - Sebanyak 54 anggota Satuan Pengamanan (Satpam/Security) PT Bumi Suksesindo--Gardatama Nusantara—mengikuti pelatihan Negotiation and Conflict Resolution, Selasa, 6 September 2026.
Pelatihan
komunikasi interpersonal tersebut berlangsung di Ruang Tembaga Auditorium Tujuh
Bukit. Materi pelatihan disampaikan oleh tim Polresta Banyuwangi.
Salah satu
pemateri, Kompol Basori Alwi, S.H., M.H. menekankan
bahwa security merupakan kepanjangan tangan polisi. Mereka berwenang penuh mengamankan dan menindak hal-hal yang berkaitan dengan keamaan
area yang sedang mereka jaga.
Baca Lainnya :
Berkenaan dengan
wewenang tersebut, setiap anggota security harus mendalami kemampuan dan
ilmu dasar pengamanan, antara lain cara menginterogasi dan menangkap pelaku
kejahatan di tempat kerja hingga mengatur lalu lintas di area.
“Wajib bagi kami
untuk mendidik dan membina setiap perusahaan yang memakai jasa satpam sebagai
bekal mereka bertugas di lapangan. Selain itu, mereka kan juga penghubung public
relation. Apalagi PT BSI sudah mengantongi status Obvitnas [Objek Vital
Nasional],” tegas Kompol Basori.
Selain statusnya
sebagai Obvitnas, kekhususan kondisi wilayah PT BSI adalah lalu lalang truk
besar bermuatan material keluar masuk area pertambangan. Kondisi tersebut
sangat berisiko, terlebih lagi lokasi PT BSI bertetangga dengan perdesaan.
Tidak hanya
mengenai regulasi sesuai KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), para peserta
pelatihan juga berkesempatan meningkatkan kemampuan membela diri guna
mengamankan pelaku tindak kejahatan, mengintimidasi secara emosional, hingga
mengenali ciri-ciri lawan sedang bohong atau jujur.
Terkait materi bela
diri dan cara menangkap pelaku tindak kejahatan tersebut, Aiptu Yudhi Irawan,
S.H., memperagakan gerakan eksekusi pelaku sesuai prosedur. Ia kemudian meminta
meminta peserta pelatihan untuk memperagakan gerakan tersebut.
“Kurang kencang
itu narik tangan pelakunya,” serunya sambil membenarkan posisi tangan dua orang
satpam yang sedang praktik. “Namanya menangkap pelaku tindak kejahatan, kita
harus tega.”
Peserta lain
memperhatikan adegan itu dengan saksama. Salah seorang peserta, Puja Nira,
mengaku senang dapat mengikuti pelatihan Negotiation and Conflict Resolution
ini. Perempuan 23 tahun tersebut mengaku dapat menyegarkan kembali ilmunya
sekaligus mendapat tambahan pengetahuan mengenai aturan serta kemampuan bela
diri.
“Saya berharap
semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan serta mendapat materi dan pengetahuan
baru lainnya,” tutur perempuan asal Desa Sumbermulyo tersebut.
Tidak
ketinggalan, Kapolsek Pesanggaran AKP Agus Hariwidodo, S.H. juga menyampaikan materinya. Ia menitikberatkan pada topik tentang kelengkapan
anggota, penyampaian informasi dari anggota kepada pimpinan atau sebaliknya,
dan penataan kekuatan tim.
“Dalam tiga poin
penting yang saya sampaikan tadi, itu semua sangat berpengaruh dengan regulasi
keamanan yang sangat bermanfaat dalam proses penjagaan di lingkungan PT BSI.
Dengan luas wilayah pertambangan ini, harus tetap diperhatikan mengenai
kesiapan dan kesigapan semua team security yang bertugas,” pesan AKP
Agus.
