Sedulur, Pesanggaran - Seorang pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membawa kabur satu unit dump truck bermuatan batu pecahan (rejeng). Pelarian pria tersebut menempuh jarak cukup jauh--dari Kabat sampai Pesanggaran, Banyuwangi. Peristiwa tersebut lekas tersebar sehingga menggemparkan masyarakat. Beruntung, aksi berbahaya tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pelarian dump truck baru berakhir setelah kendaraan mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di jalan menuju destinasi wisata Pulau Merah, tepatnya di Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Dump truck bernomor polisi P 8005 UV itu awalnya dikemudikan oleh Agung Widodo, 22 tahun, warga Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, sedang mengangkut batu rejeng dari wilayah Kecamatan Kabat. Menurut Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur, peristiwa bermula ketika dump truck berhenti di lampu merah Labanasem, Kabat. Saat itu, seorang pria tak dikenal tiba-tiba naik ke bak belakang truk tanpa izin. Pria itu tidak juga turun pada saat truk berjalan lagi. Rekan sopir mengetahuinya kemudian memberi tahu sopir bahwa ada orang asing berada di bak belakang sambil berjoget secara tidak wajar. Mengetahui hal itu, sopir menghentikan kendaraan dan berusaha menurunkan pria tersebut. Namun, situasi berubah menjadi membahayakan lantaran pria yang diduga ODGJ itu mengambil batu dari muatan truk dan berusaha melempar ke arah sopir. “Sopir sempat menghindar. Namun, pelaku turun dari bak dan langsung melompat ke kursi kemudi, lalu mengambil alih kendaraan,” jelas Maskur, Selasa, 6 Januari 2026.. Pria itu kemudian tancap gas membawa kabur dump truck bermuatan tersebut ke arah selatan. Sopir dan rekannya pun berusaha mengejar dump truck itu dari belakang. Pria itu terus memacu dump truck melalui Srono, Benculuk, Jajag, hingga Pesanggaran. Sesampainya di Rowojambe, ban belakang dump truck tiba-tiba pecah. Kendaraan yang sarat muatan itu menjadi tidak stabil dan akhirnya terguling di tepi jalan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan dan mengepung lokasi untuk mengamankan pelaku. Mereka terlihat geram. “Pelaku sempat mengunci diri di dalam kabin truk sehingga warga kesulitan mengeluarkannya,” terang AKP Maskur. Situasi sempat memanas lantaran warga yang geram hampir menghakimi pria itu. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan mengamankan pria tersebut dari amukan massa. “Petugas langsung mengevakuasi dan mengamankan pelaku ke Polsek Pesanggaran untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. AKP Maskur menambahkan, setelah beberapa hari berada di Polsek Pesanggaran, pelaku akhirnya diserahkan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi. (gil)Baca Lainnya :
