Rabu, 20 November 2019

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Sumberagung – Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya. Bekerja sama dengan para pemangku kepentingan Desa Sumberagung, pihak Puskesmas menggelar pelatihan kader TBC di aula Puskesmas Sumberagung, Selasa (8/10).

Pelatihan ini dikemas dalam satu gerakan bernama GARDUTOSS TB atau Gerakan Terpadu Temukan Obati Sampai Sembuh TBC. Peserta kegiatan ini berasal dari tiga desa wilayah kerja Puskesmas Sumberagung, yaitu Sumberagung, Kandangan, dan Sarongan.

Kepala Puskesmas Sumberagung, Sugiyanto, mengatakan bahwa pemerintah saat ini terus meningkatkan upaya penanganan dan pemberantasan penyakit menular. Di Jawa Timur, program ini difokuskan pada tiga penyakit, yaitu HIV/AIDS, TBC dan Malaria. Khusus TBC, World Health Organization (WHO) menargetkan pada tahun 2050 dapat diatasi.

Puskesmas Sumberagung 2
Pembukaan Pelatihan Kader TBC GARDUTOSS TB di Puskesmas Sumberagung.

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang banyak menyerang mereka yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat, seperti sanitasi buruk dan udara buruk. Sehingga, tindakan pencegahannya harus melibatkan banyak pihak.

“Pemberantasan TBC tidak bisa (menjadi) tanggung jawab pemerintah saja, namun harus melibatkan banyak pihak,” katanya.

Tahun 2019, di wilayah kerja Puskesmas Sumberagung ditemukan 80 suspect TBC. Dari 80 suspect ini, 16 orang dinyatakan positif. Dengan penanganan yang tepat, 10 orang telah berhasil disembuhkan.

Sugiyanto mengatakan jumlah ini bisa lebih banyak. Diperkirakan jumlah suspect TBC sebanyak 275 orang dan yang positif 67 orang.

Dengan kenyataan ini, Sugiyanto berharap banyak kepada para peserta pelatihan. Setelah memperoleh bekal yang cukup, para kader TBC diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberantasan TBC.

Puskesmas Sumberagung 3
Calon kader TBC yang akan berperan aktif dalam pemberantasan TBC di Sumberagung, Kandangan, dan Sarongan.

“Agar kita dapat berperan aktif dalam pemberantasan TBC,” lanjutnya.

Camat Pesanggaran, Sugiyo Dermawan, saat membuka acara turut menyemangati para kader. Menurutnya, peran serta para kader ini akan menentukan hasil dari gerakan ini.

Sugiyo juga mengapresiasi semua pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan, termasuk PT Bumi Suksesindo (BSI). Dia berharap sinergi antara pemerintah dan swasta dalam pembangunan bisa berjalan dengan baik.

“Sinergi antara pemerintah dan swasta bisa berjalan dengan baik,” katanya. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: