Minggu, 9 Agustus 2020

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

: :

Model Pembelajaran Guling, Pilihan di Tengah Pandemi

Model pembelajaran di sekolah berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah melarang semua sekolah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi mengadakan model pembelajaran tatap muka di kelas.

Pawon Bu Atim, Penuhi Selera Masakan Rumahan

Sebagai daerah wisata, Desa Sumberagung juga menawarkan ragam kuliner yang lezat. Salah satu tempat makan di Sumberagung yang menawarkan selera masakan rumahan adalah Pawon Bu Atim.

Potensi Wisata Baru di Kandangan: Puncak Surga

Pemerintah Desa Kandangan terus berupaya mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Yang terbaru adalah wisata alam Puncak Surga yang terletak di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Sumberagung – Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Ketua Yayasan Lentera Hati Nusantara, Alfan Mustain mengungkapkan rasa senangnya karena lembaga yang dia bina akhirnya memiliki gedung sendiri. 

“Kami berdiri sejak Desember 2015. Sebelumnya, kami harus berpindah-pindah. Salah satunya di Kantor MWC NU Pesanggaran,” terangnya.

Dengan adanya gedung baru ini, Alfan berharap pembelajaran kepada anak-anak disabilitas di lembaganya dapat berjalan lebih baik. Dia pun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya gedung baru tersebut.

Direktur PT Bumi Suksesindo, Boyke Abidin (kiri) dan Ketua Yayasan Lentera Hati Nusantara, Alfan Mustain saat pemotongan tumpeng tasyakuran menempati gedung baru sekolah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu termasuk PT BSI,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SLB Lentera Hati, Nur Fadilah menganggap keberadaan gedung ini akan sangat membantu perkembangan anak-anak disabilitas di wilayah Pesanggaran dan sekitarnya. Baginya, anak-anak didiknya memiliki hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya untuk menikmati pendidikan setinggi-tingginya.

Menurutnya, pendidikan anak-anak disabilitas masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Bahkan, orang tuanya sendiri terkadang merasa malu dengan keberadaannya. 

Sehingga, Nur Fadilah berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap pendidikan anak-anak disabilitas. “Kami berharap lembaga bisa memberikan akses pendidikan setinggi-tingginya,” harapnya.

Menurut data Yayasan Lentera Hati Nusantara, ada sekitar 69 anak-anak disabilitas di wilayah Pesanggaran. Namun, tidak semua bisa mengenyam pendidikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain keterbatasan akses dan kesadaran orang tua. (lif/mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Model Pembelajaran Guling, Pilihan di Tengah Pandemi

Model pembelajaran di sekolah berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah melarang semua sekolah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi mengadakan model pembelajaran tatap muka di kelas.

Pawon Bu Atim, Penuhi Selera Masakan Rumahan

Sebagai daerah wisata, Desa Sumberagung juga menawarkan ragam kuliner yang lezat. Salah satu tempat makan di Sumberagung yang menawarkan selera masakan rumahan adalah Pawon Bu Atim.

Potensi Wisata Baru di Kandangan: Puncak Surga

Pemerintah Desa Kandangan terus berupaya mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Yang terbaru adalah wisata alam Puncak Surga yang terletak di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Ganti Profesi, Pantang Menyerah Gegara Wabah

Ganti profesi atau pekerjaan itu adalah sesuatu yang lumrah. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah karena berbagai alasan.

Menjadi Ibu untuk Anak-anak dan Lingkungan

Hidup bahagia selamanya merupakan harapan kedua mempelai saat melaksanakan pernikahan. Menjadi ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Tidak ada yang mengharapkan perselisihan selama menjalani kehidupan berumah tangga, apalagi sampai berakhir perceraian.

Baca Juga: