Selasa, 21 Januari 2020

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

: :

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Sumberagung – Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Ketua Yayasan Lentera Hati Nusantara, Alfan Mustain mengungkapkan rasa senangnya karena lembaga yang dia bina akhirnya memiliki gedung sendiri. 

“Kami berdiri sejak Desember 2015. Sebelumnya, kami harus berpindah-pindah. Salah satunya di Kantor MWC NU Pesanggaran,” terangnya.

Dengan adanya gedung baru ini, Alfan berharap pembelajaran kepada anak-anak disabilitas di lembaganya dapat berjalan lebih baik. Dia pun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya gedung baru tersebut.

Direktur PT Bumi Suksesindo, Boyke Abidin (kiri) dan Ketua Yayasan Lentera Hati Nusantara, Alfan Mustain saat pemotongan tumpeng tasyakuran menempati gedung baru sekolah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu termasuk PT BSI,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SLB Lentera Hati, Nur Fadilah menganggap keberadaan gedung ini akan sangat membantu perkembangan anak-anak disabilitas di wilayah Pesanggaran dan sekitarnya. Baginya, anak-anak didiknya memiliki hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya untuk menikmati pendidikan setinggi-tingginya.

Menurutnya, pendidikan anak-anak disabilitas masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Bahkan, orang tuanya sendiri terkadang merasa malu dengan keberadaannya. 

Sehingga, Nur Fadilah berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap pendidikan anak-anak disabilitas. “Kami berharap lembaga bisa memberikan akses pendidikan setinggi-tingginya,” harapnya.

Menurut data Yayasan Lentera Hati Nusantara, ada sekitar 69 anak-anak disabilitas di wilayah Pesanggaran. Namun, tidak semua bisa mengenyam pendidikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain keterbatasan akses dan kesadaran orang tua. (lif/mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Minhajussalikin dan Dakwah Islam di Pesanggaran

Membincang soal dakwah Islam di Pesanggaran tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh seperti Kiai Khoirun dan KH. Fathul Mubin Amirullah. Kiai Khoirun adalah pendiri Masjid Jami’ Roudlotul Huda, sedangkan Kiai Mubin adalah pengasuh Pondok Pesantren (PP) Minhajussalikin.

Gula Semut yang Imut

Ada gula ada semut, semua orang kenal ungkapan ini. Tapi, tahukah Anda tentang gula semut? Produk dengan nama yang lucu ini memang belum terlalu populer.

Baca Juga: