Rabu, 20 November 2019

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Sumberagung – Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Ketua Yayasan Lentera Hati Nusantara, Alfan Mustain mengungkapkan rasa senangnya karena lembaga yang dia bina akhirnya memiliki gedung sendiri. 

“Kami berdiri sejak Desember 2015. Sebelumnya, kami harus berpindah-pindah. Salah satunya di Kantor MWC NU Pesanggaran,” terangnya.

Dengan adanya gedung baru ini, Alfan berharap pembelajaran kepada anak-anak disabilitas di lembaganya dapat berjalan lebih baik. Dia pun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya gedung baru tersebut.

Direktur PT Bumi Suksesindo, Boyke Abidin (kiri) dan Ketua Yayasan Lentera Hati Nusantara, Alfan Mustain saat pemotongan tumpeng tasyakuran menempati gedung baru sekolah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu termasuk PT BSI,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SLB Lentera Hati, Nur Fadilah menganggap keberadaan gedung ini akan sangat membantu perkembangan anak-anak disabilitas di wilayah Pesanggaran dan sekitarnya. Baginya, anak-anak didiknya memiliki hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya untuk menikmati pendidikan setinggi-tingginya.

Menurutnya, pendidikan anak-anak disabilitas masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Bahkan, orang tuanya sendiri terkadang merasa malu dengan keberadaannya. 

Sehingga, Nur Fadilah berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap pendidikan anak-anak disabilitas. “Kami berharap lembaga bisa memberikan akses pendidikan setinggi-tingginya,” harapnya.

Menurut data Yayasan Lentera Hati Nusantara, ada sekitar 69 anak-anak disabilitas di wilayah Pesanggaran. Namun, tidak semua bisa mengenyam pendidikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain keterbatasan akses dan kesadaran orang tua. (lif/mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: