Sabtu, 14 Desember 2019

Sumbermulyo

Cerita di Balik Petilasan Mbah Pesanggrahan

Menurut cerita Mbah Marinah, petilasan Mbah Pesanggrahan konon merupakan sanggrah (peristirahatan) Ratu Mataram dan orang-orang kerajaan pada masa lalu.

Membuat Pupuk Organik untuk Perangsang Bunga dan Buah

Penggunaan pupuk kimia makin jadi candu bagi petani. Hal ini menyebabkan hasil panen seringkali tak sebanding dengan modal yang digunakan. Melihat fenomena ini, Sumartini, seorang warga di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan potensi lingkungan yang ada untuk membuat pupuk organik. Berikut hasil wawancara tim Sedulur.

Festival Pendidikan Diawali dengan Berbagai Lomba

Even Festival Pendidikan Banyuwangi 2019 dimulai hari ini (3/5). Pelaksanaan acara dipusatkan di RTH Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran.

Jalan Kampung di Mulyoasri Kini Mulus Dirabat Beton

Meski hanya jalan kampung, lalu-lintas warga di jalan ini cukup padat. Terlebih saat panen buah naga, banyak petani dan pedagang lalu-lalang lewat jalan ini.
- Advertisement -

Latest News

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).
- Advertisement -

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?