pengelolaan pasar desa
267 views

Tarik Ulur Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Pasar Desa Sumberagung

Sedulur, Sumberagung – Kontrak pengelolaan pasar oleh Pengelola Pasar Desa (P2D) Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi akan segera berakhir. Mereka pun mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Desa Sumberagung untuk membahas hal tersebut, Senin, 10 Januari 2022.

Kepala Desa Sumberagung tidak hadir dalam pertemuan ini. Menurut keterangan Sekretaris Desa, Purnoto, dia sedang memenuhi undangan Bupati Banyuwangi bersama asosiasi kepala desa tingkat kabupaten.

Mengenai akan berakhirnya perjanjian kontrak pengelolaan pasar desa antara pemerintah desa dengan P2D, menurut Purnoto ada dua kata kunci.

Baca juga: Forpimka Pesanggaran Siap Dukung Banyuwangi Rebound

Pertama, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) Tahun Anggaran 2022, pemerintah desa menargetkan pendapatan dari pasar desa sebesar Rp16,5 juta. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu.

Apabila P2D menyepakati angka tersebut, perjanjian kontrak bisa diperpanjang. Namun, apabila tidak sepakat, P2D dapat meletakkan tanggung jawabnya sebagai pengelola pasar. “Dan ini sebagai kata kunci yang kedua,” kata Purnoto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua P2D Sumberagung, Mohammad Anam, menyampaikan bahwa target setoran yang harus mereka penuhi terlalu tinggi. 

Baca juga: Gelar Konferensi, PAC IPNU-IPPNU Pesanggaran Pilih Ketua Baru

Sejalan dengan Anam, salah satu anggota P2D, Sholeh, mengatakan target setoran itu cukup memberatkan kelompoknya. Menurutnya, sejak kelompoknya mendapat kepercayaan mengelola pasar desa pada Maret 2021, pihaknya telah berusaha keras menata pasar agar menjadi lebih baik. 

Anam menambahkan, tanggung jawab penyetoran uang ke desa sebagai tambahan Pendapatan Asli Desa (PAD) juga telah mereka laksanakan dan sesuai dengan target yang ditentukan waktu itu.

“Kita sudah setor hingga Desember 2021 sebesar Rp12.382.000. Tersisa dua bulan lagi,” kata Anam.

Baca juga: Zikir Bersama di Pancer untuk Keselamatan dan Kedamaian

Saat ini, masa pengelolaan P2D belum genap setahun. Anam mengakui masih banyak persoalan yang belum bisa diatasi dan masih membutuhkan cukup banyak anggaran.

Sementara ini, baru persoalan sampah yang sudah bisa tertangani dengan baik. Hasilnya, kondisi pasar menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Karena kenaikan setoran 2022 cukup signifikan, P2D belum bisa menentukan sikap. Mereka meminta waktu untuk berembuk dengan seluruh anggota kelompok. Harapannya juga, ada forum lanjutan untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca juga: Pecinta Burung Berlomba, Pulau Merah Berkicau

Mengenai keberatan P2D ini, Purnoto menggambarkan bahwa apabila target tersebut tidak dapat terpenuhi, sebenarnya masih bisa direvisi melalui perubahan APBDes. 

“Yang terpenting [saat ini] sepakat dulu karena sudah terkunci nominal target setoran tersebut,” tuturnya.

Lain dari pada itu, Sekretaris Desa berharap agar P2D, secara administrasi, membuat laporan yang jelas dan lengkap mengenai hasil pendapatan dari pengelolaan pasar agar dapat dievaluasi.

Baca juga: Pokdarwis Muara Mbaduk Bersihkan Area Wisata dari Sampah

“Sumber pendapatan tersebut dari mana saja, buat rinciannya,” katanya.

Menurutnya, naiknya jumlah setoran PAD dari pasar desa sudah melalui analisis mendalam. “Ada perolehan pendapatan yang berlebih, yang belum dilaporkan, sehingga kita masukkan menjadi pendapatan di tahun 2022. PAD harus bisa meningkat,” katanya. (bay)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts