Rabu, 20 November 2019

Ansor Pesanggaran Gelar Tapak Tilas di Monumen Pancasila

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Cluring – Puluhan warga NU Pesanggaran yang tergabung dalam organisasi Ansor Kecamatan Pesanggaran menggelar tapak tilas di Monumen Pancasila Dusun Cemetuk, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi (30/9).

Di monumen peringatan korban PKI ini, mereka menggelar pembacaan tahlil dan doa bersama dikhususkan bagi syuhada dan para pahlawan yang gugur di tempat ini.

“Kami ingin merefleksi kejadian kelam ini dan mendoakan tempat terbaik bagi mereka,” terang Ketua PAC Ansor Pesanggaran, Abdul Rohman.

Pemuda asal Desa Sumberagung ini menuturkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi anggota Ansor-Banser Pesanggaran agar lebih bersemangat dan lebih mencintai organisasinya.

“Harapannya, kita semakin bersemangat dan mencintai organisasi,” imbuhnya.

Ansor Pesanggaran 1
Kiai M. Badarudin (tengah) diapit Agus Ramadan (kiri) dan Abdullah (kanan).

Peserta tapak tilas ini didominasi oleh pasukan Barisan Ansor Sebaguna (Banser) Pesanggaran. Selain itu, beberapa anggota Detasemen Wanita Banser (Denwatser) Pesanggaran juga terlihat mengikuti kegiatan.

Tahlil dan doa dipimpin oleh salah seorang anggota Ansor era 1965, Kiai M. Badarudin. Sesepuh Banser asal Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran ini juga berpesan kepada para peserta untuk lebih giat dan tidak melupakan jasa-jasa pendahulunya.

Tokoh yang biasa dipanggil Kiai Badar ini beralasan bahwa era sekarang semua lebih mudah. Sementara di era perjuangannya saat itu, suasananya sangat mencekam.

Dipilihnya Monumen Pancasila karena di tempat ini pernah terjadi pembunuhan 62 anggota Ansor dengan cara diracun. “Semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas Rohman. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: