Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Budi Santoso Ingin Jadikan Sumberagung Bersih dan Berwibawa

Sedulur, Pesanggaran - Salah satu warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi yang telah mendaftar kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberagung sebagai bakal calon kepala desa adalah Budi Santoso. 

Budi mendaftar pada 7 Agustus 2023 sebelum batas waktu penutupan pendaftaran. Termasuk dirinya, ada delapan bakal calon yang akan mengikuti tahapan-tahapan Pilkades Sumberagung. 

Nama Budi, demikian panggilan akrabnya, sudah cukup terkenal di Sumberagung bahkan Pesanggaran. Pasalnya, dia pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa Sumberagung pada pemilihan tahun 2017.

Waktu itu, Budi berhasil mengumpulkan perolehan suara sebanyak 2.500 suara yang menempatkannya menjadi peraih suara terbanyak kedua. Pengalaman tersebut dia jadikan dasar untuk mencalonkan lagi pada pilkades tahun ini.


Baca Lainnya :

Selain itu, Budi juga meyakini kapasitasnya karena memiliki segudang pengalaman berorganisasi. Saat ini, dia sebagai Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang salah satu tugasnya menyosialisasikan pencegahan dan peredaran/penggunaan miras dan narkoba.

Di samping itu, dia juga Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pesanggaran. Budi juga aktif menjadi anggota Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi.

Lebih lama lagi di era kepemimpinan Kepala Desa Sumberagung Sulton Abdul Aziz Sukari, Budi pernah menjadi anggota Lembaga Masyarakat Desa (LMD) yang sekarang berubah menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Di lingkungan tempat tinggalnya, dia juga mendapat kepercayaan menjadi pengurus (takmir) Masjid Nurul Jadid Rejoagung. 

Dunia pemilihan umum bukan hal asing bagi sarjana pertanian dari Universitas Jember ini karena dia pernah menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) periode 2004 hingga 2010.

Sesuai jurusan mata kuliahnya, Budi sangat ingin memajukan sektor pertanian desanya karena mayoritas masyarakat Sumberagung berprofesi sebagai petani. Suami dari Utaria An Alyssa ini juga berkeinginan untuk memajukan pembangunan di bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pembangunan sarana dan prasarana.

"Semua potensi harus bisa kita kembangkan dan kita optimalkan. Dan untuk itu, tidak bisa saya lakukan sendiri sehingga saya butuh dukungan dari semua komponen masyarakat," kata Budi Santoso.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Budi berpendapat, penyelenggaraannya harus bersih dan berwibawa supaya bisa tercipta kehidupan masyarakat yang harmoni, minim dengan konflik, dan maju di berbagai bidang. Hal itu membutuhkan manajemen yang baik.

Untuk itu, Budi yakin dirinya mampu karena telah berhasil memimpin usaha produksi batako, gorong-gorong, dan bahan bagunan yang ditekuninya sejak masih bujangan sehingga berkembang pesat sampai saat ini. Berkat usaha ini pula dia bisa memberdayakan warga setempat sebagai pekerjanya. (bay/adv)