MENU

Dorong Pertumbuhan Motorik Halus, Tapos Desa Sarongan Gelar Lomba Meronce

Sedulur, Pesanggaran - Taman Posyandu (Tapos) Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi menggelar lomba meronce kalung dan mewarnai untuk anak usia dini, Senin, 12 Oktober 2026.

Kepala Tapos Desa Sarongan Ariyanti menyebut kegiatan ini merupakan upaya untuk melatih kemampuan motorik halus anak sekaligus mengembangkan kreativitas, konsentrasi, dan koordinasi mata dengan tangan.

Anak-anak mengikuti mengikuti lomba sesuai kemampuan masing-masing. Intinya, mereka memasukkan dan menyusun bahan roncean menjadi bentuk kalung.

Menurut Ariyanti, pembelajaran melalui permainan dapat membuat anak lebih antusias dalam mengikuti kegiatan sekaligus membantu mengembangkan keterampilan dasar mereka.


Baca Lainnya :

“Melalui kegiatan meronce kalung dan mewarnai, kami ingin anak-anak belajar sambil bermain. Mereka dapat melatih keterampilan tangan, mengenal warna, serta mengembangkan kreativitas sejak usia dini,” ujarnya.

Jadi, meronce bukan sekadar permainan untuk menghasilkan sebuah karya. Anak belajar menuangkan gagasan melalui gambar.

“Kami berharap anak-anak semakin terampil menggunakan jari-jarinya, lebih fokus, dan berani mencoba hal-hal baru. Tentu kegiatan ini kami sesuaikan dengan kemampuan dan tahap perkembangan masing-masing anak,” katanya.

Selama perlombaan, guru dan orang tua perlu mendampingi agar anak merasa nyaman dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Ariyanti menegaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang.

“Kami ingin setiap anak mendapatkan kesempatan untuk berkreasi, merasa senang, dan terus berkembang sesuai potensinya,” tegasnya.

Perlu diketahui, taman posyandu merupakan bentuk layanan masyarakat yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pendidikan, kesehatan, dan pembinaan keluarga. Tapos dapat mengintegrasikan kegiatan pendidikan anak usia dini dengan pelayanan kesehatan dan pembinaan orang tua.

Sasaran umum pendidikan anak usia dini adalah anak sejak lahir hingga menjelang usia enam tahun. Sementara itu, layanan posyandu dapat menjangkau bayi, balita, serta kelompok sasaran lain sesuai program kesehatan yang berlaku.

Merujuk Ariyanti, stimulasi perkembangan anak dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan sesuai usia. Stimulasi kemampuan motorik halus dapat melalui aktivitas sederhana, seperti meronce dengan bahan yang aman dan berukuran sesuai, mewarnai, menyusun benda, serta bermain bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Ariyanti berharap Tapos Desa Sarongan bisa terus menjadi ruang belajar yang mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat keterlibatan orang tua dalam mendampingi masa pertumbuhan mereka. (gil)