Kamis, 08 Okt 2026
MENU

Karhutla Landa Kawasan Gunung Srawet Bangorejo

Sedulur, Pesanggaran - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menimpa wilayah Gunung Srawet di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Rabu, 7 Oktober 2026. Kobaran api merambat hingga puncak gunung.

Komandan Sektor Bangorejo Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Sugiono menduga api berasal dari aktivitas pembakaran di sekitar pura.

"Awalnya, ada warga yang membersihkan lokasi pura untuk persiapan acara 25 Oktober. Material hasil pembersihan kemudian dibakar dan api merambat ke area sekitar," ujar Sugiono saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Api kemudian menjalar ke kawasan yang dipenuhi daun kering, ranting, serta material lain yang mudah terbakar. Hembusan angin yang cukup kencang turut mempercepat perambatan api tersebut. 


Baca Lainnya :

Damkarmat Sektor Bangorejo menerima laporan kebakaran pukul 11.05 WIB. Tim pemadam kebakaran segera berangkat ke lokasi dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB.

Sugiono menjelaskan, kobaran api sudah sampai sekitar 50 meter dari titik parkir kendaraan. Api juga terlihat terus bergerak menuju bagian atas Gunung Srawet.

Tim Damkarmat terkendala kondisi medan untuk memadamkan api. Jalan menuju area yang terbakar relatif sempit sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik kebakaran.

"Untuk titik api yang berada di bagian atas gunung, kendaraan pemadam tidak bisa menjangkau secara langsung," jelas Sugiono.

Jarak titik kebakaran di bagian puncak dengan lokasi parkir kendaraan tidak kurang dari 400 meter. Mesin pompa dan selang pemadam tidak mampu menjangkau area tersebut.

"Untuk api yang berada di bagian atas, penanganannya dilakukan secara manual. Petugas bersama warga, TNI, dan Polri melakukan penyisiran ke titik-titik yang masih terbakar," katanya.

Mereka juga menyingkirkan daun kering dan material lain yang berpotensi menjadi bahan bakar api. Upaya ini untuk memutus rambatan api sehingga tidak menyasar permukiman.

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14.30 WIB. Petugas menyatakan penanganan selesai pukul 15.00 WIB setelah jalur api dipastikan tidak mengarah ke permukiman.

Selain Damkarmat Sektor Bangorejo, pemadaman api juga melibatkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Bangorejo, Polsek Bangorejo, Koramil Bangorejo, staf Kecamatan Bangorejo, Pemerintah Desa Kebondalem, serta masyarakat setempat.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, api bisa dikendalikan dan tidak sampai turun ke permukiman. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di sekitar lahan yang banyak terdapat material kering," tegasnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat karhutla ini. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 10 hektare. Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.

"Kami tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api berhasil dikendalikan. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan bara terus dipantau untuk memastikan tidak ada api yang kembali merambat," ujarnya. (gil)