Selasa, 06 Okt 2026
MENU

Pimpinan Aisyiyah Siliragung Bersama SMK Models Gelar Kelas Jurnalistik Berwawasan Lingkungan

Sedulur, Siliragung - Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Siliragung, Banyuwangi bersama jurnalis muda SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) menggelar kegiatan jurnalistik berwawasan lingkungan, Senin, 5 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda untuk menyemarakkan Musywil Ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.

Jurnalis muda SMK Models merupakan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Models Jurnalisme (Mojoer). Dalam praktiknya, kegiatan bertajuk “Proyek Eko-Pedia, dari Lensa Menjadi Legasi: Rekam Flora Sekolah, Lawan Loss of Biodiversity” ini menggabungkan literasi, jurnalistik, dan pengamatan lingkungan sekitar. 

Founder Models Jurnalisme sekaligus Sekretaris PCNA Siliragung Cici Arista Devi, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mengenalkan kepedulian lingkungan kepada pelajar.


Baca Lainnya :

“Kita melakukan pengamatan kemudian dituliskan. Itu adalah salah satu bentuk melakukan aksi lingkungan versi jurnalis,” ujar Cici ketika mendampingi presentasi siswa.

Awalnya, para siswa mengamati berbagai jenis tanaman yang tumbuh di kawasan sekolah. Mereka memfoto tanaman tersebut, mencatat karakteristiknya, kemudian membawa hasil temuannya untuk dibahas bersama.

Sesi berikutnya, siswa mempresentasikan hasil pengamatan mereka. Diskusi berkembang melalui proses curah pendapat atau brainstorming. Siswa kemudian menyusun kerangka tulisan berdasarkan hasil diskusi sebagai bagian dari rancangan ensiklopedia tanaman.

Menurutnya, isu loss of biodiversity atau berkurangnya keanekaragaman bukan persoalan kalangan tertentu saja. Pelajar juga dapat berperan melalui hal sederhana, salah satunya dengan mengenali dan mendokumentasikan flora yang berada di lingkungan terdekat.

Oleh karena itu, pengamatan tanaman tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga menjadi bahan tulisan yang bernilai edukasi. Penyusunan gagasan dilakukan di perpustakaan sekolah. Para siswa mulai menentukan informasi apa saja yang perlu dicatat, bagaimana hasil pengamatan disusun, serta bentuk tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca seusia mereka.

Hasil observasi selanjutnya dikembangkan menjadi laporan hasil observasi (LHO). Karya tersebut rencananya dipublikasikan melalui media sekolah sebelum dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah ensiklopedia tanaman.

Konsep ensiklopedia tersebut akan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga informasi mengenai flora sekolah dapat dipahami dengan mudah oleh pelajar.

Cici berharap Proyek Eko-Pedia menjadi salah satu karya berkelanjutan yang lahir dari kreativitas anggota Mojoer. Sebelumnya, para jurnalis muda tersebut telah mengembangkan cerpen tiga paragraf atau pentigraf.

“Tahun ini pentigraf, mungkin tahun depan saat Hari Bumi atau Bulan Bahasa, kita bisa buat ensiklopedia itu tadi,” katanya. (gil)