Senin, 24 Agu 2026
MENU

Kemarau Panjang, Beberapa Wilayah di Pesanggaran Kesulitan Air

Sedulur, Pesanggaran - Kemarau panjang, sejumlah wilayah di Pesanggaran, Banyuwangi terindikasi mulai kekeringan. Indikasinya sudah mulai terlihat, debit sungai terus menyusut dan sumur warga yang mulai mengering.

Salah satu yang merasakan kondisi tersebut adalah Syaiful Badik, warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Ia mengeluhkan kesulitan air bersih.

“Sumur-sumur warga tidak ada air, akhirnya saling mencari. Mungkin cari ke saudara yang masih ada (air),” kata Syaiful, Rabu, 19 Agustus 2026.

Minimnya sumber air membuat warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum. “Kalau pun ada air, rasanya tidak enak, seperti ada asin-asinnya,” ujar Syaiful.


Baca Lainnya :

Untuk mendapatkan air yang layak, warga mengambil dari sumber yang masih ada dengan menggunakan jeriken. Menurut Syaiful, kekeringan tahun ini terasa lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

Syaiful bersyukur karena ada bantuan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi. Air bersih tersebut ditampung dalam sebuah tandon berkapasitas 5.200 liter yang ditempatkan di depan rumah Syaiful. 

“Kami tidak membatasi warga yang mengambil air dari tandon. Sama-sama membutuhkan, terutama untuk kebutuhan memasak,” tuturnya.

Meski demikian, Syaiful menilai kapasitas satu tandon masih belum mencukupi kebutuhan warga. Ia berharap pemerintah desa dapat membantu menyediakan satu tandon tambahan dengan kapasitas yang sama sehingga distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Kekeringan ini kan setiap tahun. Rencananya saya akan membuat proposal (bantuan). Kasihan warga, terutama anak-anak,” ucapnya.

Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan bahwa pemerintah kecamatan terus memantau kondisi kekeringan ini. Ia menegaskan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian penting.

“Pemerintah Kecamatan Pesanggaran terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk penanganan warga yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih akan terus diupayakan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Didik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air, memprioritaskan persediaan air untuk kebutuhan pokok, khususnya minum dan memasak.

Kepala BPBD Banyuwangi Partana mengatakan, Kecamatan Pesanggaran merupakan satu dari empat wilayah yang menjadi prioritas penanganan kekeringan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tiga wilayah lainnya, yakni Kecamatan Bangorejo, Cluring, dan Tegaldlimo.

Untuk itu, BPBD Banyuwangi telah mendistribusikan tidak kurang dari 300.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Partana menginformasikan, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun. 

“Untuk puncaknya diprediksi Agustus sampai Oktober,” kata Partana.

Selain penanganan darurat melalui distribusi air bersih, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan langkah jangka panjang. Pemerintah telah memetakan lokasi yang berpotensi menjadi titik sumur permanen.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk menghadapi persoalan kekeringan yang berulang setiap tahun, sekaligus memperkuat ketersediaan sumber air bagi masyarakat di wilayah yang rawan kekurangan air bersih. (gil)