Selasa, 16 Apr 2024
MENU
Ramadan 2024

Maling Buah Naga Berkeliaran, Petani di Sumberagung Resah

Sedulur, Sumberagung - Para petani di wilayah Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mengaku resah lantaran maling buah naga sedang berkeliaran di wilayahnya, Sabtu, 17 April 2021.

Menurut warga setempat, Iin Fitriyani, pencurian terjadi pada malam hari, diperkirakan pada waktu buka puasa hingga selesai salat tarawih. Korbannya bernama Nasib, 43 tahun, warga RT 04, RW 03.

Baca juga: Proyek Irigasi Kali Buyuk, Kepala Desa: Dua Minggu Lagi Jadi

"Enak malinge yo, mas. Ora melok nandur, melok ngunduh [Enak malingnya. Tidak menanam, ikut memanen]," kata anggota BPD Sumberagung ini kepada sedulur.co.


Baca Lainnya :

maling buah naga 1
Nasib (kaus putih) mengumpulkan buah naga yang dipetik maling semalam di kebunnya di Silirbaru, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat, 16 April 2021.

Pada saat itu, lanjut Iin, Nasib berangkat ke kebun buah naga miliknya untuk menyalakan lampu selepas salat tarawih. Dia terkejut karena mendapati buah naga sudah dipetik berada di bawah pohon. Dia pun bergegas menyisir area sekitar tetapi tidak mendapati seorang pun.

Nasib memperkirakan pelaku kabur saat mendengar suara motor yang mendekat ke lokasi. Kemudian, dia melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Silirbaru, Didik Pribadi, melalui telepon. Beberapa saat kemudian, Didik pun datang ke lokasi.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Menurut Didik Pribadi, pencurian buah naga bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Banyak petani yang mengadu kepadanya. Sayangnya, hingga kini pelaku masih belum tertangkap.

Oleh karena itu, Didik menghimbau warganya agar mengaktifkan siskamling (sistem keamanan lingkungan). Di samping itu, dia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Vivin Agustin. Kepala Desa menghimbau pengepul buah naga untuk mewaspadai para penjual buah naga yang bukan petani.

Baca juga: Awal Ramadan Pulau Merah Sepi Pengunjung

"Jangan memberikan nota atau kwitansi tetapi tidak mencatat namanya. Kenali siapa yang menjualnya apakah dia petani buah naga atau bukan," ungkapnya.

Para pengepul harus lebih kritis terhadap penjual. Apabila yang menjual bukan petani, patut mempertanyakan dari mana buah naga yang dijualnya. Kalaupun dia disuruh, harus jelas siapa yang menyuruhnya.

Menurut Didik hal ini penting untuk dilakukan untuk antisipasi pada saat pelaku tertangkap. "Jangan sampai pengepul menjadi tersangka sebagai penadah barang curian," katanya mengingatkan.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Menanggapi hal ini, Vivin Agustin mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. "Barangkali perlu dibuat surat edaran sebagai himbauan kepada masyarakat dan juga para penimbang [pengepul] buah naga agar pencurian buah naga tidak semakin marak," kata Vivin melalui telepon.

Sementara itu, salah seorang petani setempat mengaku kepada sedulur.co pernah memergoki seseorang yang mondar-mandir di pematang sawah. "Waktu sudah petang," katanya. Namun, dirinya tidak menaruh curiga kepada orang tersebut. Dan keesokan harinya, buah naga di sekitar tempat tersebut ludes dipanen maling.

"Mudah-mudahan segera ketangkap malingnya. Gemas rasanya saya sama pelaku. Ini tanaman pakai modal, bukan tumbuh dengan sendirinya. Tanaman di hutan saja kalau diambil sembarangan bisa bermasalah apalagi ini tanaman petani yang jelas-jelas ditanam dengan bermandikan keringat," katanya geram. (bay)