Beranda Srikandi Menjadi Ibu untuk Anak-anak dan Lingkungan

Menjadi Ibu untuk Anak-anak dan Lingkungan

0
400
Menjadi Ibu 1
Hadisah dan dua anaknya: Linggar (kanan) dan Yesinta (kiri).

Hidup bahagia selamanya merupakan harapan kedua mempelai saat melaksanakan pernikahan. Menjadi ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Tidak ada yang mengharapkan perselisihan selama menjalani kehidupan berumah tangga. Apalagi sampai berakhir perceraian.

Perceraian bisa menjadi sebuah pilihan. Namun, sebisa mungkin harus dihindari. Beda cerita bagi pasangan yang sudah tidak bahagia dan merasa tidak sanggup lagi menjalani hubungan dalam rumah tangga, bisa jadi bercerai merupakan keputusan terbaik.

Begitulah pendapat Hadisah, orang tua tunggal (single parent) yang tinggal di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. “Menurut saya, [berpisah] akan lebih baik dibandingkan tetap bersatu mempertahankan pernikahan yang menyakitkan,” kata Hadisah saat ditemui di rumahnya.

Hadisah bersama teman-temannya anggota Fatser.

Tujuh tahun lalu, Hadisah pernah mengalami dilema itu sampai akhirnya memutuskan untuk bercerai pada 2013. Sejak saat itu, dia harus melalui masa-masa yang sulit: memulai hidup sendiri sambil membesarkan dua anak hasil pernikahannya.

Lanjut ke halaman berikutnya…

TIDAK ADA KOMENTAR

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini