Minggu, 27 September 2020

Menjadi Ibu untuk Anak-anak dan Lingkungan

: :

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Hidup bahagia selamanya merupakan harapan kedua mempelai saat melaksanakan pernikahan. Menjadi ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Tidak ada yang mengharapkan perselisihan selama menjalani kehidupan berumah tangga. Apalagi sampai berakhir perceraian.

Perceraian bisa menjadi sebuah pilihan. Namun, sebisa mungkin harus dihindari. Beda cerita bagi pasangan yang sudah tidak bahagia dan merasa tidak sanggup lagi menjalani hubungan dalam rumah tangga, bisa jadi bercerai merupakan keputusan terbaik.

Begitulah pendapat Hadisah, orang tua tunggal (single parent) yang tinggal di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. “Menurut saya, [berpisah] akan lebih baik dibandingkan tetap bersatu mempertahankan pernikahan yang menyakitkan,” kata Hadisah saat ditemui di rumahnya.

Hadisah bersama teman-temannya anggota Fatser.

Tujuh tahun lalu, Hadisah pernah mengalami dilema itu sampai akhirnya memutuskan untuk bercerai pada 2013. Sejak saat itu, dia harus melalui masa-masa yang sulit: memulai hidup sendiri sambil membesarkan dua anak hasil pernikahannya.

Lanjut ke halaman berikutnya…

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Jalan Pelik Pembalap Cilik

TUBUHNYA tidak terlalu gemuk, bahkan cenderung kurus, dengan kulit agak hitam. Usianya baru menginjak 10 tahun dengan tinggi badan sekitar 150 meter. Apabila sedang di rumah, seperti umumnya anak-anak seusianya, dia juga bermain layang-layang, game di telepon pintar, atau sekadar bersepeda bersama teman-temannya.

Pertemuan Rutin Perangkat Desa Sumberagung

Perangkat Desa Sumberagung dan anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa di Dusun Silirbaru mengadakan pertemuan rutin, Rabu, 23 September 2020. Agar para peserta bersemangat menghadirinya, mereka mengisinya dengan arisan dan diskusi.

Baca Juga: