Minggu, 27 September 2020

Gotong Royong Membangun Jalan Desa Sumberagung

: :

Masjid Ringinagung Pernah Ambruk Diterjang Badai

MENURUT cerita yang beredar, Masjid Ringinagung, Baitur Rahman, di Desa Pesanggaran, merupakan salah satu masjid tertua di Pesanggaran dan dulunya hanya sebuah musala kecil.

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Warga Dusun Rejoagung RT 08/RW 01, Desa Sumberagung, tampak guyub menguruk jalan perdesaan di wilayah mereka pada Rabu, 23 Januari 2019.

“Mereka mengerjakannya secara swadaya,” terang Ketua RT setempat, Minhar. Ia menambahkan bahwa jalan rabat beton itu merupakan program pemerintah Desa Sumberagung yang telah selesai sebelumnya, sebagai realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) 2018.

Lokasi jalan yang diuruk warga itu sebelumnya telah dipadatkan dengan rabat beton di bagian kanan dan kiri jalan. Pengurukan itu untuk mengisi bagian tengah jalan yang masih berupa tanah. Warga khawatir bila bagian tengah jalan tidak diuruk, rabat betonnya akan cepat rusak. Padahal jalan tersebut sangat vital sebagai pendukung kegiatan perekonomian warga.

Meski tanpa dibayar, warga terlihat antusias menutup jalan dengan tanah sirdas, campuran pasir dengan padas. Berkat kekompakan mereka, pengurukan jalan sepanjang 125 meter ini pun selesai dalam waktu sehari.

“Warga sini kompak meskipun tanpa ada Harian Ongkos Kerja (HOK) dari pemerintah desa,” ujar Minhar, yang juga dibenarkan Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin. Dia bangga warganya masih menjunjung nilai gotong royong.

Dalam mewujudkan visi dan misinya, Vivin mengakui sangat membutuhkan peran aktif warganya. Meski demikian, dia juga mengapresiasi peran pihak lain, seperti perusahaan, dalam kegiatan padat karya dan pengurukan jalan.

“Kalau padat karya pengurukan jalan perdesaan memang ada bantuan dari PT BSI, yang ada di jalan-jalan se-Desa Sumberagung,” tuturnya.

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Masjid Ringinagung Pernah Ambruk Diterjang Badai

MENURUT cerita yang beredar, Masjid Ringinagung, Baitur Rahman, di Desa Pesanggaran, merupakan salah satu masjid tertua di Pesanggaran dan dulunya hanya sebuah musala kecil.

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Jalan Pelik Pembalap Cilik

TUBUHNYA tidak terlalu gemuk, bahkan cenderung kurus, dengan kulit agak hitam. Usianya baru menginjak 10 tahun dengan tinggi badan sekitar 150 meter. Apabila sedang di rumah, seperti umumnya anak-anak seusianya, dia juga bermain layang-layang, game di telepon pintar, atau sekadar bersepeda bersama teman-temannya.

Baca Juga: