Kamis, 04 Jun 2026
MENU

Lelaki Lanjut Usia Meninggal Terseret Arus Air

Sedulur, Pesanggaran - Seorang warga lanjut usia meninggal dunia setelah terseret derasnya arus sungai dan terjepit di bawah konstruksi beton jembatan, Selasa siang, 26 Mei 2026.

Tragedi tersebut terjadi gotong royong membersihkan tumpukan sampah di sungai menjelang Hari Raya Iduladha. Korban diketahui bernama Suwadi, 65 tahun, warga Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. 

Suwadi meninggal dunia setelah tubuhnya terjebak cukup lama di bawah cor beton jembatan depan Masjid Al-Falah, Dusun Sumberjambe. Sementara itu seorang korban lainnya bernama Jatim, 65 tahun, berhasil diselamatkan warga meski sempat hanyut bersama korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sedulur, kejadian nahas itu bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Suwadi dan Jatim bersama lima warga lainnya sedang membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.


Baca Lainnya :

Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur menjelaskan bahwa warga berinisiatif membersihkan sampah agar aliran air kembali lancar dan tidak menyebabkan banjir di sekitar permukiman warga.

“Awalnya warga gotong royong membersihkan sampah di sana. Kebetulan menjelang hari raya di sungai banyak sampahnya,” ujarnya.

Warga menggunakan sebatang bambu panjang untuk menahan tumpukan sampah agar tidak terus hanyut terbawa air. Arus sungai cukup deras waktu itu.

Sampah yang terus berdatangan kemudian menumpuk di bambu penahan tersebut. Tiba-tiba, bambu penahan tersebut patah.

“Batang bambu yang digunakan sebagai penahan mendadak patah karena tidak kuat menahan beban,” jelasnya.

Patahnya bambu tersebut membuat Suwadi dan Jatim kehilangan keseimbangan. Keduanya langsung terjatuh ke aliran sungai dan terseret arus deras.

Tubuh kedua korban hanyut hingga tersangkut di bawah konstruksi jembatan yang baru selesai dicor beberapa waktu lalu.

Situasi di lokasi seketika berubah panik. “Warga yang berada di lokasi langsung histeris dan berusaha memberikan pertolongan,” kata Kompol Maskur.

Namun, mereka kesulitan menyelamatkan korban. Arus sungai sangat deras dan kedua korban terjepit di bawah beton jembatan.

Warga kemudian nekat membongkar sebagian konstruksi beton menggunakan alat seadanya demi menyelamatkan kedua korban.

Hampir tiga jam berlalu, upaya penyelamatan belum juga berhasil. Warga bersama aparat kepolisian dan petugas terkait terus berupaya membebaskan kedua korban dari himpitan beton jembatan.

Tidak berselang lama, korban bernama Jatim berhasil dievakuasi lebih dahulu. Ia masih bisa bernapas karena posisi kepalanya berada di atas permukaan air. Sementara itu, Suwadi yang tenggelam di bawah jembatan beton ditemukan dalam keadaan meninggal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Pesanggaran, korban meninggal akibat asfiksia atau kehabisan oksigen saat terjebak di bawah konstruksi beton jembatan.

“Anggota sudah turun ke TKP [tempat kejadian perkara] untuk melakukan pemeriksaan. Dari keterangan saksi-saksi di lapangan, kejadian ini murni kecelakaan saat warga sedang membersihkan jembatan yang tersumbat sampah,” jelas Kompol Maskur.

Jenazah Suwadi kemudian langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan membuat surat pernyataan resmi menolak autopsi. Saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah aman dan kondusif,” ucapnya. (gil)