Sedulur, Siliragung - Sore itu, seorang ibu berkacamata duduk selonjor di sebuah cekungan batu besar. Ia memiringkan tubuhnya, terlihat bergaya. Dalam beberapa momen, ia menahan posenya, menunggu temannya yang berdiri tidak jauh darinya. Temannya itu sedang memutar-mutar telepon seluler (ponsel) ke arahnya sambil berkata-kata seperti mengaba-aba. Di sisi lain, sekelompok perempuan juga sedang melakukan hal yang sama, sedang menata gaya di depan kamera ponsel. Senyum mereka terus merekah sepanjang pemotretan. Latar belakang mereka berupa hamparan pepohonan hijau yang terlihat dari atas. Area itu bukan hanya milik mereka yang suka berfoto-foto saja. Di titik-titik yang lain, masih banyak orang menghabiskan waktu di sana hanya dengan makan-makan atau sekadar merokok sambil bersenda gurau dengan teman-teman atau keluarganya. Sejak Maret 2026, area yang disebut Bukit Ungkal (MT Ungkal) itu selalu ramai dikunjungi masyarakat. Titik koordinat yang terletak di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi itu kini kehilangan kesunyiannya. Hamparan berbatu di ketinggian 169 mdpl itu menjadi objek baru masyarakat untuk bersantai melepas penat. Sebuah bendera merah putih tegas berkibar dari sebuah tiang yang terpasang di puncak tertinggi bukit. Dari ketinggian tersebut, pengunjung bisa melihat hamparan hijau pepohonan hutan Barurejo yang terlihat kecil-kecil. Langit pun terlihat luas membentang. Area berbatu dengan latar belakang hamparan pepohonan itu ditambah cahaya matahari sore terlihat estetik di tangkapan layar kamera. Sebuah komposisi yang pas bagi manusia zaman sekarang yang gemar mengabadikan momen atau tempat estetik. Tak pelak tempat ini lekas menjadi viral di kalangan masyarakat. Terkuaknya tempat ini berawal dari sebuah “ketidaksengajaan”. Seorang pria bernama Ahmadi, 58 tahun, suatu hari mengabadikan momen sore di Bukit Ungkal. Gradasi warna jingga yang tidak biasa berhasil tertangkap oleh kameranya. Foto itu kemudian ia unggah ke status WhatsApp. Tidak ada niat lain selain membagikan apa yang ia lihat saat perjalanan pulang dari hutan. Begitu pula dengan Yon, 60 tahun, yang juga kerap berada di area tersebut, ikut merasakan perubahan suasana di bukit yang tak pernah dianggap istimewa sebelumnya itu. Kabar mengenai bukit ini merambat cepat dari satu ponsel ke ponsel lain. Masyarakat yang sebelumnya tidak pernah ke tempat tersebut mulai menjajaki jalur yang selama ini hanya dilalui para pencari kayu atau petani. Jalurnya cukup curam, berupa undakan tidak rapi di sela-sela hutan jati yang relatif jarang. Begitu sampai di puncak, mereka pun mencoba menangkap sudut pandang yang sama dengan apa yang dipotret Ahmadi dan Yon lalu mengunggahnya ke media sosial. Unggahan-unggahan itu membawa nama MT Ungkal ke jangkauan yang lebih luas. Kebetulan, momentum ini bersinggungan dengan deretan hari libur panjang. Masyarakat pun semakin ramai mengunjungi Bukit Ungkal. Gita, salah satu pengunjung, mengaku hampir tidak pernah melewatkan waktu untuk berkunjung. Selain pemandangan, ketinggian yang tidak terlalu ekstrem membuatnya tidak enggan datang kapan saja, baik itu bersama keluarga di akhir pekan atau saat ingin sekadar melepas penat bersama teman-teman sepermainan di sekitar rumah. "Setiap sore atau pagi, saya pasti naik," tuturnya wanita berusia 30 tahun itu. Viralnya Bukit Ungkal membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar. Salah satu yang dapat memanfaatkan momentum tersebut adalah Cindy, 30 tahun. Di titik akses masuk, tepatnya di area jembatan Kali Lele, ia seperti menemukan ritme ekonomi baru. Meja dagangannya yang menjajakan sosis serta berbagai camilan viral kini selalu dikerumuni pembeli. Pada hari Minggu, keramaian mencapai puncaknya ketika ribuan orang, mulai dari rombongan keluarga hingga anak sekolah, memadati area tersebut. Begitu pula dengan jasa penitipan kendaraan. Lalu lintas manusia dan kendaraan tentu memerlukan pengaturan. Febri Abdi Waluyo, 35 tahun, bersama rekan-rekan pemuda desa lainnya turun tangan. Mereka memastikan setiap kendaraan tertata rapi di halaman-halaman rumah warga yang kini disulap menjadi tempat parkir. Lokasi Bukit Ungkal mudah ditemukan karena tidak jauh dari permukiman. Dengan mengambil arah ke selatan dari pertigaan patung gandrung Barurejo, Anda bisa dengan mudah menemukannya. Jalan menuju tempat ini juga cukup bagus. Mobil maupun motor bisa menjangkaunya dengan mudah sampai area parkir. (sdl)Baca Lainnya :
