Sedulur, Pesanggaran – “Saya akan mendampingi anak-anak dan akan terus memupuk mental juara, kepercayaan diri, dan keberanian mereka hingga mereka menjadi individu yang mampu berkompetisi dengan sehat,” ujar Rizka Widyana Kartika, pendiri sekaligus pelatih Sanggar Tari Rasendrya setelah menerima bantuan seperangkat sound system dari PT Bumi Suksesindo (BSI), Selasa, 11 Agustus 2026.
Rizka,
panggilan akrabnya, terlihat berseri-seri. Begitu juga anak-anak didiknya yang
sedang menunggunya. Dia terus mengulas senyum di bibirnya saat mencoba
membunyikan sound system baru tersebut. Sesaat kemudian, suara alunan
musik terdengar nyaring memenuhi pelataran rumahnya. Rizka lalu
menginstruksikan anak-anak didiknya untuk berbaris membentuk formasi tari.
Sudah
setahun berjalan Rizka menjalankan Sanggar Tari Rasendrya. Ia memfungsikan
rumahnya di Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi
sebagai kantor Rasendrya sekaligus tempat berlatih anak-anak didiknya. Di
tempat inilah anak-anak itu berlatih tari tradisional hingga modern.
Perempuan
29 tahun itu mengaku hanya bermodal tekad dan keterampilan tari yang ia kuasai
untuk mengelola Rasendrya. Oleh karena itu, sarana dan prasarana yang ia miliki
masih sangat minim. Meskipun begitu, bertekad menjadikan Rasendrya sebagai
ruang kreatifitas bagi generasi muda di Kecamatan Pesanggaran. Seiring
berjalannya waktu, ia mengaku terus menjalin kerja sama dengan dengan berbagai
elemen masyarakat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.
Baca Lainnya :
“Kami
sangat senang atas bantuan yang diberikan oleh PT BSI berupa paket sound
system sebagai media belajar anak-anak,” tuturnya.
Meskipun usia Rasendrya terbilang masih muda, aktivitas luar anak-anak didiknya sudah cukup padat.
Dalam acara Pesanggaran Expo 2026 di lapangan Desa Sumbermulyo, Pesanggaran,
mereka juga tampil di panggung hiburan stan PT BSI.
Rizka
bersyukur karena antusiasme anak-anak dan orang tua mereka sangat tinggi terhadap
budaya tradisional. Untuk mendukung penampilan tersebut, mereka rela mengeluarkan biaya untuk kostum dan
riasan.
“Kita
sangat menunggu jika ke depannya mendapat bantuan kostum tari agar orang tua
tidak lagi mengeluarkan biaya pribadi untuk setiap acara pentas seni
anak-anak,” ujarnya.
Meskipun
demikian, anak-anak mengaku senang karena dengan adanya Rasendrya, mereka bisa
berlatih beberapa jenis tarian, seperti disampaikan oleh Aqila. Ia menilai
Rizka sebagai pelatih tari yang cukup sabar dan bersemangat. Hal itu yang
membuatnya bersemangat juga untuk berlatih.
“Jika
ada lomba juga tidak pernah dipilih. Jadi, siapa yang mau ikut, ya ikut saja.
Jadi, kami tidak merasa dianaktirikan,” katanya sembari tersenyum malu.
Menurutnya,
keberadaan sound system dari PT BSI sangat membantu anak-anak saat
berlatih.
“Latihannya
sekarang tambah ber-power,” katanya.
Untuk
saat ini, Sanggar Tari Rasendrya memfokuskan melatih kelompok usia anak-anak.
Bahkan, ada beberapa anak prasekolah yang menjadi murid Rasendrya.
Sementara
itu, Community Development Officer PT BSI Bahtiar Majid bahwa bantuan sound
system ini pada hakikatnya untuk mendukung pelestarian budaya dan kesenian,
khususnya di Pesanggaran. Secara regulasi, pelestarian seni dan budaya
merupakan salah satu sektor yang harus digarap oleh perusahaan tambang melalui
program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).
