Senin, 27 Apr 2026
MENU

FPRB Sarongan Kenalkan Kebencanaan kepada Siswa SMP

Sedulur, Pesanggaran - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi terus mengedukasi masyarakat perihal kebencanaan.

Kali ini, forum relawan tersebut menyelenggarakan simulasi penanggulangan gempa bumi berbasis program satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di SMP PGRI 3 Pesanggaran, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026. Dalam kesempatan ini, para peserta diajak merasakan situasi bencana melalui serangkaian simulasi.

Simulasi diikuti oleh seluruh siswa SMP PGRI 3 Pesanggaran serta anak-anak dari RA Perwanida 3 Pesanggaran. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.


Baca Lainnya :

Sejak awal, siswa dibekali pemahaman terkait prosedur keselamatan saat gempa, mulai dari cara melindungi diri hingga tahapan evakuasi korban secara aman dan terorganisasi.

Di awal kegiatan, bunyi sirene terdengar menderu-deru. Demi mendengarnya, para siswa dengan sigap menyelamatkan diri, seperti berlindung di bawah meja, melindungi kepala, dan menjauh dari benda berbahaya.

Setelah situasi dinyatakan aman, peserta diarahkan menuju titik kumpul melalui proses evakuasi yang tertib. Sepanjang simulasi, mereka terlihat mampu memahami dan menerapkan instruksi dengan baik.

Selain itu, siswa juga mendapatkan pelatihan dasar pertolongan pertama. Mereka mempraktikkan penanganan luka ringan hingga teknik sederhana untuk mengevakuasi korban menggunakan peralatan yang ada di sekitar sekolah.

Perwakilan Destana Sarongan Joko Sumariono menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk mental tangguh pada anak sejak usia dini. Dengan latihan ini, siswa belajar agar tidak panik saat terjadi bencana, mampu bertindak cepat, serta memiliki kepedulian untuk saling membantu.

"Edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara rutin, terutama di daerah dengan potensi risiko tinggi bencana seperti wilayah selatan Banyuwangi, khususnya Sarongan dan Kandangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP PGRI 3 Pesanggaran Suwarso menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai simulasi ini memberikan pengalaman langsung yang tidak dapat diperoleh hanya dari teori di ruang kelas.

Menurutnya, praktik lapangan seperti ini sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan nyata dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana menghadapi bencana. Ini bukan hanya teori, tetapi praktik nyata yang sangat berguna bagi keselamatan mereka,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, edukasi yang dilakukan secara konsisten diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan sigap menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.

"Simulasi semacam ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana, sekaligus berperan sebagai agen keselamatan di lingkungan sekitarnya,” ucapnya. (gil)