Kamis, 23 Apr 2026
MENU

Dua Siswa SMP PGRI 3 Pesanggaran Jadi Duta dalam Festival Tari Hadrah Kuntulan Ewonan 2026

Sedulur, Pesanggaran - Usaha dan doa dua siswa SMP PGRI 3 Pesanggaran, Banyuwangi, Adiliya Puspita Maharani dan Elsa Anggit Valentin, akhirnya berbuah manis. Keduanya terpilih sebagai wakil sekolah dalam Festival Tari Hadrah Kuntulan Ewonan 2026.

Event tersebut dihelat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hadrah Kuntulan Ewonan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi, sebagai wadah bagi pelajar untuk menampilkan potensi seni sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

Bagi Adiliya dan Elsa, kesempatan tampil di tingkat kabupaten tidak diraih secara instan. Mereka harus menjalani latihan rutin dengan disiplin tinggi, termasuk menempuh jarak yang tidak dekat (kurang lebih 17 kilometer) demi mempersiapkan penampilan secara maksimal.

"Setiap hari kami berangkat dari rumah menuju kantor Kecamatan Pesanggaran, ya lumayan jauh, terlebih saya sendiri rumahnya di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan," ujar Elsa Anggit Valentin.


Baca Lainnya :

Keterbatasan sarana di wilayah desa tidak menjadi hambatan bagi kedua siswa tersebut untuk maju. Sebaliknya, semangat keduanya malah terpacu. Mereka ingin menunjukkan bahwa pelajar dari daerah pinggiran mampu bersaing dan tampil percaya diri di panggung yang lebih luas.

Terkait kesempatan besar tersebut, merak mengakui bahwa peran guru serta dukungan sekolah dan keluarga menjadi faktor penting yang menguatkan mental dan konsistensi mereka selama proses latihan.

Kepala SMP PGRI 3 Pesanggaran Suwarso menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai, partisipasi Adiliya dan Elsa menjadi bukti nyata bahwa potensi siswa tidak ditentukan oleh latar belakang geografis saja.

“Kami bangga dengan semangat yang ditunjukkan. Ini menjadi bukti bahwa siswa dari desa juga memiliki peluang yang sama untuk berprestasi,” ungkapnya.

Pihak sekolah akan terus mendorong pengembangan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang kompetitif.

Keikutsertaan dalam festival ini tidak hanya dimaknai sebagai partisipasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan penguatan karakter.  Bagi Suwarso, Adiliya dan Elsa membawa pesan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita.

Langkah mereka menuju panggung kabupaten mencerminkan semangat keberanian dan optimisme, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lain di daerah. Pendidikan nasional harus bisa membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak bangsa.

Pendidikan tidak hanya berfokus pada kegiatan di ruang kelas, tetapi juga mendorong keberanian untuk berekspresi, berkarya, dan berkembang. Adiliya dan Elsa menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dukungan lingkungan, serta tekad yang kuat, batas wilayah bukan lagi penghalang untuk meraih prestasi, Suwarso menjelaskan. (gil)