Sedulur, Pesanggaran - Festival Seni Jaranan dan Tari Kreasi Banyuwangi di Lapangan Kemantren, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi sukses menjadi panggung atraksi seni budaya rakyat, 14-15 Mei 2026. Kegiatan budaya ini berlangsung selama dua hari, 14-15 Mei 2026. Festival Seni Jaranan dan Tari Kreasi Banyuwangi menjadi kesempatan para pelajar dari tingkat TK hingga SMA untuk unjuk gigi, menampilkan pertunjukan seni jaranan dan lomba tari kreasi. Setiap peserta bisa mendaftar secara gratis. Dengan konsep terbuka dan pendaftaran gratis, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat seni sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Meskipun para penampil masih level pelajar, masyarakat tampak antusias menyaksikan aksi mereka. Widianto selaku panitia kegiatan mengatakan bahwa minat warga yang tinggi terhadap seni tradisional memotivasi panitia untuk terus menghadirkan kegiatan budaya di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, kegiatan berlangsung meriah dan masyarakat sangat antusias. Banyak peserta dari berbagai sekolah ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa seni tradisional Banyuwangi masih sangat dicintai dan perlu terus dijaga bersama,” ujar Widianto. Melalui festival tersebut, Widianto berharap seni jaranan dan tari kreasi Banyuwangi dapat terus berkembang serta menjadi kebanggaan masyarakat lokal. "Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan budaya ini diharapkan mampu menjaga eksistensi seni tradisional agar tetap lestari dan tidak tergerus modernisasi," ucapnya. Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin mengapresiasi terselenggaranya festival seni tersebut. Ia menilai kegiatan budaya seperti ini berperan penting dalam menjaga warisan budaya lokal sekaligus menjadi sarana positif bagi generasi muda. “Kami sangat mendukung kegiatan festival seni seperti ini karena mampu menjadi wadah kreativitas anak-anak dan generasi muda. Selain melestarikan budaya Banyuwangi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan masyarakat Desa Sumberagung,” katanya. Ia berharap festival seni tradisional dapat terus digelar secara rutin agar kesenian daerah tetap hidup dan semakin dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman modern. (gil)Baca Lainnya :
