Sedulur, Pesanggaran - Ribuan masyarakat memadati pinggiran Sungai Karangdoro di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, menyaksikan lomba perahu naga atau Dragon Boat Race, Minggu, 10 Mei 2026. Sorak sorai menggemuruh ketika perahu panjang melintas di depan mereka. Mereka yang membawa gawai (gadget) terlihat berusaha mengabadikan momen langka tersebut. Pelaksanaan lomba pada hari Minggu itu adalah gelaran puncak. Dragon Boat Race 2026 ini digelar sejak 8 Mei. Menurut Ketua Harian Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Banyuwangi Diki Firman Syaputra, antusiasme masyarakat pada hari terakhir perlombaan meningkat signifikan dibanding hari sebelumnya. Diki mengeklaim, lomba tahunan tersebut telah berkembang menjadi simbol persatuan masyarakat serta sarana pelestarian budaya olahraga tradisional di Banyuwangi. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai efektif dalam mendukung promosi potensi wisata daerah, khususnya pengembangan sektor sport tourism di Banyuwangi Selatan. “Dragon Boat Race bukan sekadar perlombaan dayung, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi masyarakat sekaligus hiburan rakyat yang sangat diminati. Antusiasme masyarakat tahun ini luar biasa,” ujar Diki. Lomba tahun ini tercatat diikuti oleh 30 tim yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan tingkat RT/RW hingga delegasi tingkat kecamatan. Para peserta tersebut mengikuti lomba kategori terbuka (open) dengan lintasan pacu sepanjang 300 meter. Panjang perahu untuk lomba adalah sekitar 9 meter dengan hiasan ornamen kepala naga khas perahu dragon boat. "Setiap perahu diawaki oleh 10 orang pendayung serta 1 orang pengemudi yang bertugas menjaga arah dan keseimbangan perahu selama perlombaan berlangsung," ujarnya. Selain terhadap wisata, Diki juga menyebut dampak ekonomi Dragon Boat Race 2026 ini. Sedikitnya, 60 pelaku UMKM dan pedagang kecil lokal membuka stan di area kegiatan. Kehadiran para pedagang tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program UMKM Naik Kelas sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat selama event berlangsung. Apa yang ditampilkan para pedagang pun beragam, antara lain produk kuliner, kerajinan, hingga minuman khas lokal. Untuk memastikan keamanan dan keselamatan selama penyelenggaraan lomba, Diki mengaku bahwa pihak panitia terus berkoordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan, seperti polsek, koramil, BPBD, hingga Basarnas. "Puskesmas Tegalsari juga kami siagakan selama kegiatan berlangsung untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta maupun penonton yang membutuhkan penanganan medis," tambahnya. Bagi Diki, antusiasme masyarakat dan peserta yang tinggi membuktikan bahwa Dragon Boat Race 2026 adalah salah satu event olahraga dan budaya paling menarik di Banyuwangi. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah agar terus mendukung gelaran ini sehingga dapat berkembang semakin baik. (gil)Baca Lainnya :
