MENU
Mayday 2024

Muncul Spanduk di Beberapa Titik, Camat Pesanggaran Peringatkan Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

Satpol PP Kecamatan Pesanggaran mencopot spanduk di wilayah Dusun Pancer, Desa Sumberagung.


Sedulur, Pesanggaran - Camat Pesanggaran, R Agus Mulyono, S.A.P., M.Si., mengingatkan warga Pesanggaran untuk tidak mudah terprovokasi menyusul munculnya spanduk tolak tambang yang mengatasnamakan sesepuh Pagar Nusa (PN) dan warga Nahdlatul Ulama (NU) kultural Banyuwangi, Senin, 19 September 2022.

Spanduk tersebut terpasang di Dusun Pancer dan Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. "Terima kasih kepada masyarakat yang cepat dan tanggap memberikan informasi mengenai hal-hal yang dapat memicu terjadinya konflik,” kata Agus Mulyono.

Baca juga: Tambang Emas Banyuwangi Kembali Serahkan Lakom Seluas 430,4 Hektare


Baca Lainnya :

spanduk 1
Spanduk tolak tambang mengatasnamakan sesepuh Pagar Nusa dan NU kultural Banyuwangi.

Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Pesanggaran kemudian mengonfirmasi keberadaan spanduk tersebut kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pesanggaran, Ranting NU Desa Sumberagung, serta pihak Pagar Nusa. Hasilnya, mereka justru kaget lantaran tidak merasa pernah memasang spanduk dimaksud.

Dengan beralasan untuk mencegah masyarakat agar tidak terprovokasi, Satpol PP langsung menurunkan spanduk-spanduk itu. Terlebih lagi, spanduk-spanduk itu dipasang tanpa izin. 

“Kami berharap masyarakat dapat memfilter dan menyaring informasi yang didapat dan tidak mudah terprovokasi,” ucap Camat Pesanggaran.

Baca juga: Merdeka Kebut Realisasi Rumah Layak Huni untuk Warga Ringinagung

Kondisi wilayah yang kondusif, masih menurut Agus Mulyono, sangat penting dijaga karena kegiatan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat bisa terganggu ketika stabilitas keamanan terganggu.

“Mari kita jaga suasana kondusif, sehingga Kecamatan Pesanggaran tetap adem, aman, nyaman, tenteram, dan sejahtera,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa oknum ataupun pihak yang memasang spanduk yang mengatasnamakan sesepuh Pagar Nusa dan masyarakat NU kultural Banyuwangi tersebut. Namun, beberapa tokoh di Sumberagung menduga pelaku bukan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. (bay)