Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

NU Pesanggaran dan Dispendukcapil Gelar Pengurusan KTP Gratis

Sedulur, Pesanggaran – Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) Pesanggaran bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi menggelar pembuatan data kependudukan dan catatan sipil secara gratis di kantor Kecamatan Pesanggaran, Rabu, 14 Oktober 2020.

Pukul 07.30 waktu setempat, panitia sudah menyiapkan meja, kursi, dan kebutuhan lainnya. Meskipun puluhan warga sudah mengantre, kegiatan belum juga dimulai. Data yang bisa diurus melalui kegiatan ini, antara lain KTP, KK, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian. “Kita menyiapkan kuota untuk 300 orang hari ini. Jika yang mendaftar melebihi kuota, kita akan tetap melayani,” kata Ketua MWC NU Pesanggaran, Makinnudin.

Baca juga: Korban Selamat Muara Mbaduk Boleh Pulang

Meskipun yang menyelenggarakan organisasinya, menurut Makin, semua warga yang membutuhkan boleh mengurus data-data di atas melalui NU.


Baca Lainnya :

nu pesanggaran gelar 3
Petugas memverifikasi data penduduk.

Berdasarkan data di lapangan, Sekertaris MWC NU Pesanggaran, Herwanto, mengatakan bahwa banyak warga masyarakat yang belum memiliki data kependudukan karena belum sempat mengurus, hilang, atau rusak. “Untuk pembuatan akta kelahiran, baik balita maupun orang dewasa, pendataannya bisa melalui sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU,” katanya.

Sekitar pukul 09.00, tim dari Pelayanan Administrasi dan Kependudukan Kabupaten Banyuwangi tiba di pendopo kecamatan. Setelah beberapa saat menyiapkan diri, mereka mulai memanggil warga masyarakat yang telah mengantre satu per satu.

Lanjut ke halaman berikutnya...

“Pelayanan kepada masyarakat seperti ini telah dilaksanakan di lima belas kecamatan dan bekerja sama dengan NU,” kata salah satu staf Dispendukcapil, Darmalili Kosasi.

Panitia telah menetapkan jadwal untuk masing-masing desa: Kandangan (08.00-09.00), Sarongan (09.00-10.30), Pesanggaran (10.30-12.00), Sumbermulyo (13.00-14.00), dan Sumberagung (14.00-15.30).

Baca juga: Tiga Remaja Tenggelam di Muara Mbaduk

Guritno, warga dari Sarongan, mengaku sudah tiga tahun mengurus KTP tapi tidak pernah jadi. “Tentu sangat membantu sekali. Saya berharap bisa ada program berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Imam Fauzi dari Desa Pesanggaran, merasa senang karena bisa mengurus akta kematian keluarganya. Dia berharap perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil terus meningkat. “Petugasnya ramah-ramah,” katanya. (bay)