Sedulur, Pesanggaran - Pembangunan jembatan darurat di Dusun Sungailembu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi telah dimulai, Kamis, 25 Desember 2025. Jembatan tersebut diproyeksikan untuk kendaraan angkut berat roda enam. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja mulai memasang rangka besi jembatan sejak pagi hari. Jembatan ini adalah solusi sementara guna menjaga kelancaran aktivitas transportasi, khususnya kendaraan angkut berat yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik dan hasil produksi masyarakat dari wilayah Desa Sarongan dan Kandangan. Menurut Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin, pemasangan rangka jembatan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu seminggu ke depan. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya agar akses transportasi tetap berjalan normal. “Pembangunan jembatan darurat ini sangat mendesak karena jalur tersebut merupakan akses utama kendaraan angkut berat roda enam,” katanya. Rusaknya jembatan Sungailembu telah menghambat aktivitas ekonomi warga, terutama sektor perkebunan dan hasil usaha masyarakat Dusun Sungailembu, Desa Sarongan, dan Desa Kandangan. Vivin berharap pembangunan jembatan sementara bisa lancar sehingga aktivitas warga pun lancar kembali. Terlepas dari urgensi jembatan, Vivin menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Konstruksi jembatan dirancang agar kuat dan aman dilalui kendaraan bermuatan berat selama masa pemanfaatannya. “Meski sifatnya darurat, kami tetap mengutamakan standar keamanan. Jembatan ini disiapkan agar kendaraan angkut berat bisa melintas dengan aman sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” jelasnya. Oleh karena itu, pemerintah desa mengimbau para pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan berat, untuk tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat nantinya serta mematuhi aturan teknis yang akan ditetapkan. Warga Dusun Sungailembu, Desa Sarongan, dan Dan Kandangan menyambut positif pembangunan jembatan darurat ini. Mereka berharap akses transportasi dapat kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terganggu. (gil)Baca Lainnya :
