Minggu, 21 Apr 2024
MENU
Ramadan 2024

Petani di Silirbaru Memanen Padi yang Selamat dari Banjir

Sedulur, Sumberagung – Setelah direndam banjir, para petani di Dusun Silirbaru, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi akhirnya memanen tanaman padinya hari ini, Rabu, 3 Maret 2021. Masyarakat biasa menyebutnya panen rojo (panen di musim hujan).

Pagi yang cerah, hamparan tanaman padi yang menguning, dan rombongan burung pipit beterbangan menjadi pemandangan tersendiri waktu musim panen seperti ini. Para petani berjalan di pematang sawah membawa peralatan memanen, seperti sabit dan tikar. Beberapa di antara mereka menenteng bekal makanan.

Baca juga: Tiba di Rumah Duka, Jenazah Riyono Dimakamkan Hari Ini

Mereka terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang nggampung (memotong batang-batang padi); ada yang napel (menumpuk batang padi setelah dipotong); dan ada juga yang sibuk menggiling batang-batang padi.


Baca Lainnya :

petani silirbaru panen padi 2
Tanaman padi di Silirbaru ambruk akibat banjir.

"Mumpung cuaca sedang cerah, kita panen hari ini," kata Darmanto, salah satu petani.

Sebulan terakhir, Desa Sumberagung dan sekitarnya dilanda cuaca ekstrem, mulai dari angin kencang hingga hujan dengan intensitas tinggi. Bahkan, banjir sempat melanda area persawahan ini sampai dua kali.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Akibatnya, banyak tanaman padi yang roboh, seperti milik Mayarno, 28 tahun. “Alhamdullilah, meskipun padinya roboh, masih bisa dipanen," ujarnya. 

Pada musim panen seperti ini, para petani ada yang langsung menjual hasil panennya dan ada juga yang menyimpannya untuk stok pangan.

Baca juga: Regu Pencari Temukan Mayat Korban Hilang Poncomoyo di Pancer 

Harga padi kering sawah (KS) di pasaran ada dua jenis. Jenis padi dengan bulir kecil, seperti Serang, Milenium, Mapan, dan IR 64, harganya mencapai Rp4.200. Sedangkan untuk padi dengan bulir besar, seperti jenis PB dan Logawa, harganya mencapai Rp3.800.

Untuk padi yang tidak langsung dijual, para petani akan menjemurnya di halaman rumah kemudian menyimpannya setelah kering. Dalam istilah mereka, padi kering seperti ini disebut kering lumbung (KL). (ala)