Sabtu, 07 Feb 2026
MENU

Program SKS Puskesmas Sumberagung Sasar Peningkatan Kesiapan Keluarga Dampingi Orang Sakit

Sedulur, Pesanggaran - Puskesmas Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mengadakan sesi keluarga sehat (SKS) di Aula Puskesmas Sumberagung, Rabu, 4 Februari 2026.

Puskesmas Sumberagung berkolaborasi dengan Noora Health sebagai mitra dalam penguatan edukasi kesehatan berbasis keluarga.

Edukasi SKS kali ini diikuti oleh kader kesehatan dari lima desa di wilayah Kecamatan Pesanggaran, yakni Sarongan, Kandangan, Sumberagung, Sumbermulyo, dan Pesanggaran. Melalui sesi ini, Puskesmas Sumberagung ingin menjadikan keluarga sebagai mitra aktif dalam proses perawatan dan pemulihan anggota keluarga yang sakit. 

Narasumber kegiatan, Misyati, menjelaskan bahwa keterlibatan keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan perawatan pasien, baik di fasilitas kesehatan maupun setelah kembali ke rumah. 


Baca Lainnya :

“Melalui Sesi Keluarga Sehat, kami ingin mengubah paradigma keluarga dari yang sebelumnya hanya melihat proses perawatan menjadi pihak yang aktif mendukung pasien. Edukasi yang tepat membuat keluarga lebih percaya diri dalam memberikan perawatan lanjutan di rumah,” ujarnya dalam pemaparan. 

Menurutnya, keluarga yang memiliki pemahaman dasar tentang perawatan dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah komplikasi.

Selain mengenai peran keluarga, Misyati juga menjelaskan tentang komunikasi efektif dengan tenaga kesehatan dan cara memberikan dukungan fisik dan emosional kepada anggota keluarga yang sedang sakit. 

Materi SKS tersebut disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan studi kasus yang relevan dengan kondisi di masyarakat.

Misyati yang juga Master Konselor di Puskesmas Sumberagung tersebut menyebutkan bahwa pelibatan kader kesehatan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. 

"Para kader diharapkan dapat meneruskan informasi dan praktik baik yang diperoleh kepada warga di masing-masing desa," ucapnya.

Kolaborasi dengan Noora Health juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini, terutama dalam menyediakan materi edukasi berbasis pengalaman nyata dan pendekatan yang mudah dipahami oleh keluarga pasien.

Akhirnya, Misyati berharap edukasi melalui SKS tersebut bisa menciptakan lingkungan keluarga yang lebih siap dalam mendampingi pasien sehingga kualitas perawatan meningkat dan angka kekambuhan maupun rawat ulang dapat ditekan. (gil)