Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Sampah Pepohonan Sumbat Aliran Sungai Jadi Pemicu Banjir

Tumpukan sampah yang dikeluarkan dari sebuah sungai di Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 9 Oktober 2022.


Sedulur, Pesanggaran - Sampah ditengarai menjadi penyebab banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi akhir-akhir ini seperti di Kecamatan Pesanggaran kemarin, Sabtu, 15 Oktober 2022.

Keterangan ini disampaikan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, Yunus Kurniawan.

Menurut Yunus, sampah-sampah tersebut menyumbat aliran sungai, sehingga aliran air terhambat lalu meluap.


Baca Lainnya :

Baca juga: Banjir Lagi di Pesanggaran, Puskesmas Sumberagung Tergenang Air

“Dan itu bukan sampah rumah tangga. Namun, sampah pepohonan, termasuk kayu gelondongan,” kata Yunus menanggapi banjir di Sumberagung, Pesanggaran.

Dalam pemberitaan sebelumnya, banjir melanda Desa Sumberagung menyusul hujan lebat yang turun sejak Jumat malam, 14 Oktober 2022. Sedikitnya dua dusun terdampak cukup parah, yakni Dusun Silirbaru dan Rejoagung.

Banjir juga menutup ruas jalan di wilayah setempat, sehingga melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat. Ketinggian air mencapai 40 hingga 100 sentimeter.

Baca juga: Bantuan Paket Sembako untuk Korban Banjir Pesanggaran

Secara geografis, lanjutnya, Desa Sumberagung merupakan dataran rendah atau lembah yang dikelilingi perbukitan. Ketika hujan, wilayah ini akan menjadi pusat pertemuan air.

Yunus mengeklaim bahwa BPBD telah melakukan berbagai upaya penanggulangan, salah satunya dengan normalisasi Sungai Gangga dua tahun lalu. Saat itu, BPBD Banyuwangi bekerja sama dengan PT Bumi Suksesindo (BSI), mengeruk badan sungai yang penuh sampah dan sedimen.

Setelah normalisasi tersebut, aliran sungai pun menjadi lancar meskipun belum bisa menghilangkan banjir sama sekali. Genangan air banjir yang biasanya berhari-hari, kini lekas surut dalam hitungan jam.

Baca juga: Truk Pengangkut Tebu Hampir Terguling di Pesanggaran

Hal yang sama kembali dilakukan pekan lalu ketika sampah berupa pepohonan, ranting pohon, carang bambu, hingga kayu glondongan menyumbat aliran sungai. "Penyumbatan terjadi di sekitar jembatan,” katanya.

Masyarakat dan pemerintah setempat menyusuri aliran sungai untuk mengurai penyumbatan. Dalam kegiatan ini, PT BSI menerjunkan alat berat dan sejumlah armada dump truck guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Sementara itu, untuk warga yang terdampak, pihak perusahaan juga menyalurkan bantuan paket sembako. Paket sembako didistribusikan bekerja sama dengan kelompok masyarakat setempat.

Baca juga: Renovasi Gedung TPQ Baitul Falah Telah Selesai

Masih menurut Yunus Kurniawan, ia menambahkan, selain banjir di Desa Sumberagung, hujan lebat juga telah mengakibatkan longsor di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

“Saat ini, kita sedang melakukan pembersihan longsoran. Kami merumuskan dan menginformasikan penanggulangan bencana. Kami dengan instansi terkait terus berupaya agar tidak terjadi banjir,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Banyuwangi, terdapat 17 kecamatan yang rawan banjir. Dari jumlah tersebut dibagi menjadi dua wilayah dengan tingkat kerawanan berbeda: tinggi dan sedang.

Potensi banjir tertinggi ada di Kecamatan Banyuwangi, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Muncar, Pesanggaran, Rogojampi, Siliragung, dan Wongsorejo.

Baca juga: Truk Bermuatan Jagung Amblas di Daerah Gumuk Menggeh Pesanggaran

Di samping itu, wilayah dengan potensi banjir sedang meliputi Kecamatan Bangorejo, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Genteng, Giri, dan Glagah.

Pemeringkatan banjir dilihat dari tingkat kerawanan dan terjadi berulang-ulang di wilayah tersebut. Salah satu contoh adalah Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Ketika hujan turun dengan insentitas tinggi, sering terjadi banjir di Kandangan akibat luapan air sungai.

Sebagai upaya preventif, BPBD Banyuwangi mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, BPBD juga akan terus menggalakkan penanaman pohon di berbagai tempat. (bay)