Senin, 17 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Asa Sofyan Membuat Pupuk dan Pertanian Organik

PUPUK organik merupakan elemen penting untuk mewujudkan pertanian organik. Sofyan Tusiono, warga Sarongan, Pesanggaran yang saat ini tinggal di Bali, adalah salah satu pelaku pertanian organik. Dia berhasil membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak serta bonggol pisang.

Berdasarkan pengalamannya, pupuk buatannya bisa diaplikasikan pada berbagai tanaman, seperti padi, sayur, dan buah-buahan. Dan, terbukti, mampu meningkatkan produksi tanaman.

Baca juga: Tangan-tangan Terampil Hasilkan Tas Belanja yang Kuat

"Dari sebelumnya hanya menghasilkan 5-6 ton per hektare untuk padi, dengan pupuk organik ini bisa meningkat sampai tujuh ton. Ada juga yang lebih," kata Sofyan saat pulang ke kampungnya di Rajegwesi. "Saya ingin menguji coba di sini [Rajegwesi]."


Baca Lainnya :

Asa sofyan pupuk organik
Pupuk organik cair buatan Sofyan Tusiono.

Sofyan mengaku bahwa pupuk buatannya sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Cara pembuatannya cukup mudah, yaitu bahan-bahan mulai dari kotoran ternak, bonggol pisang, karbon, dan bekatul. Bahan-bahan tersebut diproses dengan cara tertentu dengan bantuan bakteri

Jenis bakterinya macam-macam. "Ada 16 jenis bakteri. Pemrosesan [butuh waktu] selama 35 hari melalui sistem fermentasi," katanya. 

Lanjut ke halaman berikutnya...

Berkat pengalamannya yang panjang, Sofyan mengaku sudah memiliki hak paten salah satu jenis bakteri. Akan tetapi, saat ditanya lebih jauh mengenai bakteri tersebut, dia memilih untuk merahasiakannya.

Satu kali pemrosesan, menurut Sofyan, sementara ini, mampu menghasilkan sekitar 50 liter pupuk cair. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan hingga setengah hektare lahan.

Baca juga: Menikmati Keindahan Alam di Puncak Beteng

Pupuk buatannya dinilai lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia karena tidak menyebabkan kerusakan pada tanah dan unsur hara. Justru dengan pupuk organik, tanah semakin subur.

Mengenai hal ini, Sofyan pernah mengujinya di Bali. "Tanah tersebut kami ambil dan dibawa ke laboratorium, terbukti residunya atau efek sampingnya tidak ada," katanya.

Selain itu, imbuhnya, pengembangan sektor pertanian bukan hanya produksi pupuk. Penyediaan bibit unggul dan pemasaran juga hal yang penting diperhatikan. Dia mengaku akan juga akan menggarap kedua bidang tersebut.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Dengan berbekal ijasah SMK Pertanian, Sofyan membuktikan bahwa pengetahuan dan keterampilan bisa diperoleh di mana saja. Dia mengaku bisa membuat pupuk organik berawal saat dia bekerja di Malaysia. Selama empat tahun bekerja di negeri jiran, dia mempelajari cara membuat pupuk organik di lahan pertanian tempatnya bekerja. Dan setelah pulang, Sofyan mulai membuat pupuk organik sendiri. (gil)