Jumat, 07 Agu 2026
MENU

Cuaca Tidak Bersahabat, Nelayan di Rajegwesi Alami Kecelakaan Laut

Sedulur, Pesanggaran - Seorang nelayan bernama Kaderi, 46 tahun, warga Kampung Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi kecelakaan laut di kawasan perairan Pantai Rajegwesi, Senin, 3 Agustus 2026.

“Waktu itu saya hendak pergi melaut,” katanya.

Saat itu, kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Mesin perahu yang ditumpangi Kaderi tiba-tiba mati saat berada di laut dengan gelombang yang cukup besar. Dengan tidak adanya daya penggerak, perahu itu pun terbalik tergulung ombak.

“Saat mesin mati, posisi perahu menjadi sulit dikendalikan. Ombak juga cukup besar, sehingga saya harus berusaha tetap tenang sambil mencari cara agar perahu bisa diamankan,” ungkapnya.


Baca Lainnya :

Kabar mengenai kondisi Kaderi kemudian diketahui oleh masyarakat sekitar. Warga pesisir Rajegwesi langsung bergerak bersama-sama untuk membantu Kaderi. Selain memastikan keselamatan Kaderi, warga juga berupaya mengamankan perahu.

Beruntung, Kaderi dan perahunya berhasil diselamatkan oleh masyarakat setempat dan dapat kembali ke daratan. Namun, perahunya rusak. Mesin dan bagian perahu membutuhkan perbaikan. 

Kaderi kagum melihat kekompakan rekan-rekannya.

Alhamdulillah, saya selamat. Terima kasih kepada masyarakat Rajegwesi yang langsung membantu dan mengevakuasi perahu,” katanya. 

Ia juga memperkirakan kerugian akibat kerusakan perahu dan mesin mencapai puluhan juta rupiah. Baginya, kerusakan tersebut bukan perkara kecil. Sebagai nelayan, perahu dan mesin merupakan perlengkapan utama untuk mencari nafkah.

“Kerusakannya cukup banyak,” ujarnya.

Yang menjadi pikirannya, ketika perahu tidak dapat digunakan, ia pun tidak dapat melaut. Tidak melaut artinya tidak ada penghasilan sedangkan Kaderi membutuhkan dana untuk memperbaiki perahunya.

Meskipun demikian, Kaderi tetap bersyukur karena kejadian tersebut tidak sampai merenggut nyawanya. Baginya, keselamatan jauh lebih penting dibandingkan kerugian yang dialami. Ia berharap perahu dan mesin miliknya dapat segera diperbaiki sehingga bisa kembali digunakan untuk mencari nafkah. (gil)