Sedulur, Pesanggaran - Penyelenggaraan bersih desa di Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi diisi dengan doa lintas agama, Kamis, 9 Juli 2026.
Pemerintah desa mengusung tema "Dengan Berhikmat Kesederhanaan, Kita Pererat Silaturahmi demi Keberlangsungan Berbangsa dan Bernegara”. Masyarakat dari berbagai unsur mengikuti acara ini, antara lain jajaran Pemerintah Desa Pesanggaran, tokoh agama dari berbagai keyakinan, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan warga desa.
Kegiatan berlangsung khidmat. Berkumpulnya masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda tidak pelak memunculkan kesan rukun dan penuh kekeluargaan. Doa dipanjatkan secara bergantian oleh pemuka agama Islam, Kristen, dan Katolik.
Kepala Desa Pesanggaran Sukirno menyatakan bahwa keberagaman telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Pesanggaran. Keberagaman agama dan budaya yang dimiliki Desa Pesanggaran tersebut merupakan kekayaan sosial yang harus terus dijaga.
Baca Lainnya :
Sebagai pemerintah, salah satu tugasnya adalah menjaga kemajemukan tersebut agar tetap rukun dan damai.
"Saya berharap kegiatan bersih desa ini semakin memperkuat rasa persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat Desa Pesanggaran. Dengan semangat toleransi dan saling menghormati, kita dapat bersama-sama menjaga kondusifitas desa serta mendukung keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan harmonis," ujar Sukirno.
Sukirno menambahkan, kehadiran tokoh agama dari berbagai keyakinan dalam satu forum doa bersama menjadi pesan kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas sosial dan menciptakan lingkungan yang aman serta damai.
"Tradisi bersih desa sendiri merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Pesanggaran. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong," ungkap Sukirno.
Sementara itu, Asisten Imam Katolik Aloysius David Yuliananta mengapresiasi penyelenggaraan doa lintas agama ini dan menilainya bisa menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang harmonis.
"Semoga melalui doa lintas agama dan semangat kebersamaan ini, kita semakin menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan. Mari kita terus menjaga kerukunan, saling menghormati, serta membangun persaudaraan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh kasih," tuturnya. (gil)
