Selasa, 16 Agustus 2022

Empon-empon Berkhasiat Ala Mbah Hanifah

: :

Marinir Lampon Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Karate

Dinas Pendidikan Korps Marinir (Dispen Kormar) melaksanakan ujian kenaikan tingkat atau sabuk karate di lapangan Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 31 Juli 2022.

Masyarakat Pesanggaran Isi Bulan Suro dengan Doa dan Tirakat

BULAN Suro adalah bulan yang sangat lekat dan sakral bagi umat Islam dan masyarakat Jawa. Dalam penanggalan Islam (hijriah), bulan Suro disebut dengan Muharam.

Warga Pesisir Lampon Gelar Petik Laut Bersama Marinir

Warga pesisir Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 7 Lampon melaksanakan kegiatan Petik Laut 1 Suro, Sabtu, 30 Juli 2022.

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan jamu tradisional yang terbuat dari empon-empon. Meskipun sebagian mereka tidak menyukainya karena rasanya.

Empon-empon adalah rimpang atau batang yang menjalar di dalam tanah, seperti jahe, kunyit, temulawak, dan sebagainya yang digunakan sebagai ramuan tradisional. Tanaman jenis ini banyak tumbuh di Indonesia.

Empon-empon diyakini kaya manfaat, baik untuk kesehatan maupun masakan. Tanaman tersebut memiliki khasiat untuk mengusir berbagai penyakit. Jahe misalnya, selain sebagai bumbu makanan, jahe dapat menstimulasi kelenjar pencernaan, membangkitkan nafsu makan.

Adalah Mbah Hanifah (65), warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, yang telah membuktikan khasiat jamu empon-empon. Mbah Hanifah rajin minum jamu empon-empon yang dibuatnya sendiri. Manfaatnya, meskipun masih mengerjakan aktifitas rumah tangga dalam usia yang tidak muda lagi, dia mengaku tidak mudah lelah, merasakan linu di persendiannya, dan tidak mudah terkena flu dan batuk.

Hanifah mengaku sudah lupa kapan dia mulai mengonsumsi jamu empon-empon. “Ramuan jamu ini merupakan warisan turun-temurun keluarga saya sejak dulu,” katanya.

Membuat jamu ini tidaklah sulit. Melalui Sedulur, Mbah Hanifah berbagi ramuan keluarganya ini kepada pembaca setia Sedulur. Menurutnya, empon-empon yang harus disiapkan adalah jahe, kencur, kunir, temulawak, daun serai, kayu manis, gula aren, dan madu. Cuci dulu semua bahan kecuali gula aren dan madu.

Lanjut ke halaman berikutnya…  

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Marinir Lampon Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Karate

Dinas Pendidikan Korps Marinir (Dispen Kormar) melaksanakan ujian kenaikan tingkat atau sabuk karate di lapangan Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 31 Juli 2022.

Masyarakat Pesanggaran Isi Bulan Suro dengan Doa dan Tirakat

BULAN Suro adalah bulan yang sangat lekat dan sakral bagi umat Islam dan masyarakat Jawa. Dalam penanggalan Islam (hijriah), bulan Suro disebut dengan Muharam.

Warga Pesisir Lampon Gelar Petik Laut Bersama Marinir

Warga pesisir Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 7 Lampon melaksanakan kegiatan Petik Laut 1 Suro, Sabtu, 30 Juli 2022.

Santri Minhajussalikin Gelar Pawai Obor Mengingat Perjalanan dan Perjuangan Nabi

Yayasan Pondok Pesantren Minhajussalikin Kaligonggo, Ringinmulyo, Pesanggaran, Banyuwangi, memperingati malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 Hijriah dengan menggelar pawai obor, Jumat, 29 Juli 2022.

Kirab Tumpeng Hasil Bumi, Cara PSHT Ranting Siliragung Peringati Tahun Baru Islam

Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Siliragung menggelar acara kirab dan tasyakuran peringatan malam Tahun Baru Islam (1 Muharam), Jumat, 29 Juli 2022. Masyarakat Jawa lebih mengenalnya dengan malam siji (satu) Suro. 

Baca Juga: