Minggu, 27 September 2020

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

: :

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan. Bila dulu siswa mesti membaca buku fisik untuk belajar, sekarang mereka bisa mendapatkan materi yang sama melalui internet. Jika dulu seorang anak didik mesti bertanya ke kakak atau teman untuk mendapatkan ide prakarya yang bagus, sekarang ia bisa melongok YouTube.

SMP PGRI 3 Kandangan tak ketinggalan dalam menikmati dan menerapkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan media digital. Saat ini mereka sudah menerapkan Edmodo,  sebuah jaringan digital yang dipakai untuk mendistribusikan kuis atau tugas, pula  sarana komunikasi dengan siswa dan orang tua. Dengan Edmodo, semua yang terhubung bisa mengetahui nilai, keterampilan, sampai absensi siswa, misalnya.

“Di Jawa Timur, kami adalah satu-satunya sekolahan di tingkat SMP yang menggunakan Edmodo dalam ruang lingkup desa,” kata Suwarso, Kepala SMP PGRI 3 Kandangan. Menurutnya, desa-desa lain belum menerapkan karena akses internet yang sulit atau tidak stabil.

Keunikan SMP PGRI 3 Kandangan tidak hanya berhenti pada penerapan Edmodo. Sekolah ini masih mengajarkan kepada siswanya TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi) meskipun dalam kurikulum terbaru mata pelajaran ini telah dihapus oleh pemerintah. Hanya saja, TIK di sini diajarkan sebagai keterampilan, bukan mata pelajaran.

Kepala Sekolah SMP PGRI 3 Kandangan, Suwarso.

“Kami ingin siswa tidak ketinggalan zaman. Makanya kami berinovasi menerapkan Edmodo, siswa mampu mengoperasikan teknologi secara baik,” kata Suwarso.

Ide kreatif penerapan Edmodo SMP PGRI 3 Kandangan telah diakui oleh pemerintah. Hanya saja, saat ini ada kabar kurang menggembirakan. Edmodo untuk sementara dipasifkan karena keterbatasan alat (gawai android), sampai maka rapat dengan wali murid ketika penerimaan rapor siswa akhir semester. Sekolah menyadari bahwa di satu sisi keterbatasan media android menjadi kendala untuk kelangsungan sistem pembelajaran baru, di sisi lain mereka tidak bisa memaksa wali murid memberikan android untuk anak mereka karena satu dan lain hal, utamanya ekonomi.

“Sebetulnya banyak sekali manfaat Edmodo. Orang tua bisa langsung memantau pendidikan anak. Sistemnya fast response sehingga semua yang terkait dengan siswa dapat dilihat langsung, di mana pun orang tua berada. Guru juga bisa lebih maju dengan penerapan sistem ini,” kata Muhammad Nur Rofi’i, guru TIK SMP PGRI 3. (tiw)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Lomba Melukis Tempat Sampah di SD/MI Pesanggaran

MUFIDATUL HASANAH, guru SDN 9 Sumberagung, sedang bersama dua orang siswanya; ketiganya mengitari sebuah tong sampah dan memegang kuas masing-masing. Cat warna-warni ada di sekitar mereka.

Melihat Produksi Sepatu SMK Darul Falah Kandangan

BEBERAPA lembar kulit berwarna hitam dan coklat tergelar di atas lantai di salah satu ruangan di SMK Darul Falah (Dafa) Kandangan, Pesanggaran. Seorang siswa terlihat sibuk memotong kulit tersebut mengikuti pola-pola tertentu. Seorang guru mengawasinya.

Desa Sumberagung Tetapkan Penerima Program Kanggo Riko

Pemerintah Desa Sumberagung, menetapkan penerima bantuan program Kanggo Riko melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada Kamis, 24 September 2020. Kepala Desa Vivin Agustin tidak tampak menghadiri rapat hari itu.

Jalan Pelik Pembalap Cilik

TUBUHNYA tidak terlalu gemuk, bahkan cenderung kurus, dengan kulit agak hitam. Usianya baru menginjak 10 tahun dengan tinggi badan sekitar 150 meter. Apabila sedang di rumah, seperti umumnya anak-anak seusianya, dia juga bermain layang-layang, game di telepon pintar, atau sekadar bersepeda bersama teman-temannya.

Pertemuan Rutin Perangkat Desa Sumberagung

Perangkat Desa Sumberagung dan anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa di Dusun Silirbaru mengadakan pertemuan rutin, Rabu, 23 September 2020. Agar para peserta bersemangat menghadirinya, mereka mengisinya dengan arisan dan diskusi.

Baca Juga: