Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Pelatihan Membatik Bersama Umat Buddha Pesanggaran

Sumberagung – Umat Buddha panca vihara (lima wihara) Kecamatan Pesanggaran menggelar pelatihan membatik selama seminggu di Vihara Dhamma Kerti Dusun Rejoagung, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi.

Kelima wihara tersebut adalah Vihara Dhamma Yukti Sumberagung, Vihara Dhamma Kerti Sumberagung, Vihara Manggala Sumberagung, Vihara Dhamma Agung  Pesanggaran, dan Vihara Ratana Loka Dhamma Sumber Mulyo.

Pelatihan membatik ini menghadirkan pembatik dari Batik Srikandi yang berpusat di Dusun Karanganyar, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi: Buhani, 49 tahun, dan suaminya Imam Baidowi, 54 tahun.

“Sudah sejak Senin [10/8/2020] mereka melatih kami,” kata Suharlik, salah satu peserta pelatihan kepada Sedulur, Rabu, 12 Agustus 2020.


Baca Lainnya :

Suharlik senang ada kegiatan pelatihan membatik di wilayahnya. Dia mengaku setiap hari datang mengikuti pelatihan. “Ternyata membatik itu sulit,” tuturnya sambil tersenyum malu.

pelatihan membatik buddha 2
Pelatih sedang memeragakan teknik batik stempel.

Dalam pelatihan ini, warga diajari berbagai teknik membatik, baik tulis maupun stempel, dengan motif Gajah Oleng dan kombinasi Blarak Palem. Dengan semangat, Baidowi memeragakan cara menstempel pola batik di atas kain putih. Para peserta tidak kalah antusias menyaksikan keterampilan sang instruktur.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Sementara itu, Buhani dengan tekun mengajari cara menggoreskan canting ke atas kain yang telah dilengreng (digambari pola). Menurutnya, cara yang benar adalah dari kiri ke kanan.

Buhani mengajarkan agar penggoresan dikontrol agar tidak putus-putus, keluar garis, atau pudar, sehingga hasilnya bisa kurang baik. “Sama halnya dengan menulis latin [bersambung] agar mendapatkan goresan yang baik dan halus,” katanya sambil menggoreskan canting di atas kain.

Para peserta yang didominasi perempuan melihatnya dengan saksama sambil manggut-manggut. “Kelihatannya gampang, ya,” celetuk salah seorang peserta diikuti derai tawa peserta lainnya.

Yang harus diperhatikan lagi, lanjut Buhani, adalah suhu panas lilin atau malam. Malam di atas wajan harus mencair sempurna. Suhu maksimal sekitar 80 derajat celcius, sehingga harus berhati-hati saat menggunakannya.

Acara pelatihan membatik ini difasilitasi oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Nalanda Jakarta Timur melalui program PAR dari Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama. Dian Tika Sujata selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Buddha berpengharapan kegiatan ini bermanfaat untuk warga.

"Saya sangat senang bisa memfasilitasi masyarakat di sini,” ujarnya. (bay)