Kamis, 08 Jan 2026
MENU

Perayaan Puncak Natal di GPDI Maranatha Kandangan

Sedulur, Pesanggaran - Malam puncak perayaan Natal di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Maranatha Kandangan, Pesanggaran, Banyuwangi berlangsung meriah tetapi penuh khidmat, Senin, 29 Desember 2025.

Konsep perayaan Natal tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Panitia melaksanakan rangkaian acara di halaman gedung gereja (outdoor). 

Pelaksanaan Natal di halaman gereja ini ternyata sukses menghadirkan suasana baru yang megah, hangat, dan tetap sarat makna rohani bagi jemaat yang hadir.

Sejak sore hari, para jemaat berbagai usia telah memadati area sekitar Gereja GPDI Maranatha. Wajah mereka yang berseri menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti malam puncak perayaan Natal tersebut.


Baca Lainnya :

Seiring matahari terbenam, lampu-lampu dekorasi mulai menyala, menciptakan suasana malam yang indah. Area ibadah juga ditata dengan elegan, memadukan ornamen Natal bernuansa emas, putih, dan biru. Pemilihan pencahayaan di area panggung pun sukses menghadirkan kesan artistik nan sakral. 

Ketua Panitia Pelaksana Natal GPDI Maranatha Kandangan, Handoko, menjelaskan bahwa konsep outdoor dipilih untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus menampung lebih banyak jemaat. Menurutnya, perayaan Natal bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga kebersamaan dan rasa syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

“Tahun ini kami sengaja memilih konsep outdoor dengan desain yang lebih mewah agar jemaat dapat merasakan suasana Natal yang hangat, terbuka, dan penuh kebersamaan. Ini adalah bentuk ungkapan syukur kami kepada Tuhan sekaligus pelayanan terbaik bagi jemaat,” ujarnya.

Untuk menyiapkan acara ini, Handoko mengaku telah melakukannya jauh hari dengan melibatkan seluruh unsur gereja. 

Ibadah Natal dipimpin oleh hamba Tuhan yang menyampaikan khotbah tentang makna kasih dan pengharapan di tengah kehidupan yang penuh tantangan. 

Hamba Tuhan tersebut mengajak jemaat untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat iman, menjaga persatuan, dan menebarkan kasih kepada sesama tanpa memandang perbedaan.

Suasana ibadah berlangsung khusyuk meski dilaksanakan di ruang terbuka. Jemaat tampak larut dalam pujian dan penyembahan, mengangkat lagu-lagu Natal dengan penuh penghayatan. 

Selain ibadah, malam puncak Natal juga diisi dengan berbagai penampilan rohani. Anak-anak Sekolah Minggu menampilkan drama Natal yang menggambarkan kisah kelahiran Yesus. Sementara itu, pemuda gereja mempersembahkan pujian dan tarian rohani yang disambut antusias oleh para jemaat.

Handoko menyampaikan bahwa keterlibatan semua kelompok pelayanan menjadi kekuatan utama perayaan Natal tahun ini. Ia menilai partisipasi aktif jemaat mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan keluarga besar GPDI Maranatha Kandangan.

“Kami bersyukur karena seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar. Ini semua berkat kerja sama panitia, dukungan jemaat, dan tentunya pertolongan Tuhan,” ungkapnya. 

Dari sisi keamanan dan kenyamanan, panitia juga telah menyiapkan pengaturan tempat duduk, jalur masuk dan keluar, serta petugas khusus untuk memastikan acara berjalan tertib. 

Langkah tersebut membuat jemaat merasa aman dan nyaman selama mengikuti perayaan Natal hingga selesai.

Walhasil, para jemaat mengapresiasi tinggi perayaan Natal outdoor ini. Mereka mengaku terkesan dengan konsep dan dekorasi yang disajikan. Menurut mereka, konsep tersebut menjadikan suasana Natal lebih hangat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dengan suksesnya malam puncak perayaan Natal tahun ini, GPDI Maranatha Kandangan berharap semangat Natal dapat terus hidup dalam keseharian jemaat; nilai kasih, damai, dan pengharapan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Di bawah langit malam Kandangan yang cerah, malam puncak perayaan Natal tersebut akhirnya ditutup dengan doa berkat dan ucapan selamat Natal kepada seluruh jemaat. (gil)