Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Puluhan Santri TPQ Ikuti Lomba MTQ di Sumberagung

Seorang santri TPQ sedang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an di hadapan dewan juri, Senin, 20 Juni 2022.


Sedulur, Sumberagung - Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi menggelar lomba musabaqoh tilawatil Qur’an (MTQ) di pendopo balai desa dan ruangan posyandu, Senin, 20 Juni 2022.

Lomba dimulai pukul 08.00 WIB. Secara bergantian, peserta lomba tampil ke mimbar membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suasana menjadi khidmat ketika para peserta membacakannya.

Terkait surat atau ayat-ayat yang dibacakan, pihak panitia tidak menentukannya. Akan tetapi, sesuai dengan usulan guru pengajar dari TPQ masing-masing.


Baca Lainnya :

Dewan juri terdiri dari tiga orang di setiap perlombaan. Total ada enam juri dalam kegiatan ini. Salah satunya berasal dari penyuluh agama Kantor Urusan Agama (KUA) Pesanggaran.

Baca juga: Gelar Cerdas Cermat, Perpustakaan Keliling PT Bumi Suksesindo Dorong Minat Baca Siswa

"Total jumlah peserta ada 30 orang. Mereka berasal dari 13 TPQ se-Desa Sumberagung," kata Kepala Seksi Pelayanan Desa Sumberagung Siti Komsatun selaku pelaksana kegiatan lomba.

Kegiatan MTQ ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang harus dilaksanakan di setiap desa. Anggarannya bersumber dari alokasi dana desa (ADD) sebesar 10 juta rupiah.

Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Juara terbaik, menurut pendamping lokal desa (PLD) Taufiqur Rohman, berkesempatan mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten.

Panitia memberikan waktu selama lima menit untuk setiap peserta. Tanda isyaratnya menggunakan lampu warna kuning untuk persiapan. Ketika lampu hijau menyala, peserta mulai membaca. Peserta harus berhenti ketika isyarat lampu merah menyala.

Baca juga: Siswa SMPN 1 Pesanggaran Raih Medali Perunggu Kejuaraan Silat 

Salah seorang guru pengajar TPQ Baitus Syafaah, Arif Rachmad Hidayat, mengatakan bahwa perlombaan seperti ini sangat baik untuk selalu dilakukan karena dapat memotivasi belajar anak. Paling tidak sekali dalam setahun. 

Baitus Syafaah mengirimkan dua peserta dalam perlombaan ini untuk mengikuti kategori takwil dan tilawah. Ia berharap perlombaan-perlombaan lain bisa diselenggarakan tidak hanya berlaku bagi umat Islam saja, melainkan bagi pemeluk agama yang lain juga. 

"Dan perlombaannya harus lebih besar lagi,” kata Arif. (bay)