Selasa, 23 Jul 2024
MENU
Waisak 2024

Wisuda Santri TPQ Sabilul Huda Sumbermulyo


Setelah lulus dari taman pendidikan ini, para santri bisa melanjutkan pendidikannya ke madrasah diniyah (Madin) ula atau setingkat sekolah dasar yang juga terdapat di Sabilul Huda. Untuk menyelesaikan madin ula, membutuhkan waktu selama 4 tahun.


TAMAN Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Sabilul Huda Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mewisuda 11 santrinya yang telah menamatkan Iqro enam jilid, Minggu, 25 April 2021.

Selain mengkhatamkan enam jilid metode Iqro', santri yang diwisuda harus sudah hafal surat-surat pendek, seperti ad-Duha, an-Nas; hafal doa-doa harian; dan tahu cara melaksanakan salat. Untuk menyelesaikan pendidikan di TPQ,  kemampuan setiap santri berbeda-beda dalam penguasaan materi pendidikan. "Ada yang 2 sampai 3 tahun. Ada pula yang sampai 5 tahun," kata Pengasuh TPQ, Sabilurrasyad, M.Pd. 

Baca juga: Tadarus Keliling Santri TPQ Miftahul Huda Silirbaru

Menurut Rasyad, demikian panggilan akrabnya, wisuda kali ini merupakan gabungan santri yang telah menamatkan pendidikan di tahun 2020 dan 2021. "Kita gabung karena tahun lalu situasi berada dalam pandemi COVID-19 dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan wisuda," terangnya.


Baca Lainnya :

Setelah lulus dari taman pendidikan ini, para santri bisa melanjutkan pendidikannya ke madrasah diniyah (Madin) ula atau setingkat sekolah dasar yang juga terdapat di Sabilul Huda. Untuk menyelesaikan madin ula, membutuhkan waktu selama 4 tahun. 

Di tingkat ula ini, para santri akan mendapatkan materi pelajaran kitab Awamil, Taqrib, dan Fasholatan. Mereka juga menghafal Al-Qur'an 1 juz. 

Lanjut ke halaman berikutnya...

Kemudian ada tingkat wustho atau setingkat SLTP atau SMP. Di tingkat wustho ini, waktu yang dibutuhkan sampai dengan tamat dan lulus adalah 4 sampai 5 tahun. Dan di sini santri akan diperkenalkan mengenai materi pelajaran fiqih Fathul Mu'in.

TPQ Sabilul Huda berencana menjalin kerja sama dengan pondok pesantren Al-Hidayah Dusun Tembakur, Sumbermulyo untuk mengikuti pendidikan formalnya. "Jadi, nanti di sini sebagai kampus duanya. Untuk kampus satunya ada di Al-Hidayah Tembakur," jelasnya.

Baca juga: Pondok Ramadan SMP PGRI 3 Pesanggaran

Lebih khusus lagi, Sabilul Huda berencana membangun pendidikan formal madrasah ibtidaiyah (MI)--setingkat SD--dan madrasah tsanawiyah (MTs)--setingkat SMP. Rasyad berharap masyarakat bisa membuka diri dengan mulai memikirkan pendidikan agama anak-anaknya. 

Menurutnya, pendidikan agama juga penting supaya manusia tidak buta tentang hukum agama, berakhlaq baik, hatinya tertata, dan bisa menjadi orang yang jujur, tawaduk, dan tidak sombong.

"Untuk sukses itu harus kuat secara spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. Tidak mengandalkan otak saja, tapi spiritualnya harus dibangun supaya bisa menjadi orang yang tidak saja pintar tapi juga benar," pungkasnya. (bay)