Sedulur, Gambiran - Sore itu, 3 Januari 2026, jarum jam menunjukkan pukul 17.30 WIB, sedulur.co mendatangi rumah produksi makanan ringan Arsila Snack di Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Suasana tampak tenang. Kegiatan produksi telah usai. Lima orang ibu rumah tangga yang bekerja di sana telah kembali ke rumah masing-masing. Di antara tumpukan plastik besar berisi ratusan kilogram keripik, sosok perempuan muda menyambut dengan senyum ramah. Ia adalah Suliyani atau yang akrab disapa Mbak Lilis, 32 tahun. Ibu dua anak ini adalah otak di balik brand Arsila Snack. Kepada sedulur.co, Lilis mengaku memulai usaha makanan ringan pada 2020. Kala itu, kondisi ekonomi keluarga menuntutnya untuk lebih kreatif. Sang suami yang membuka konter handphone (telepon seluler) sedang menghadapi situasi pasar yang tidak menentu. Sebagai istri dan ibu, Lilis tidak tinggal diam. "Awalnya hanya ingin membantu ekonomi keluarga karena hasil dari konter tidak tentu. Saya coba mengolah hasil bumi yang ada di sekitar," kenang Lilis. Berbekal ketelatenan, ia mulai memproduksi berbagai varian keripik, seperti keripik singkong, keripik pare, keripik pisang, dan keripik lemuru. Sampai saat ini, ia tidak mempunyai outlet atau toko khusus. Namun, ia tetap bisa menjual produk-produknya dengan baik, bahkan hingga ke luar kota. "Saya dapat informasi kalau produksinya sudah ratusan kilogram. Ternyata benar, pengirimannya bahkan sudah sampai ke Bali, Surabaya, dan berbagai kota lain di Jawa Timur," ujar Halimatus Sa’diah, salah satu pelanggan. Memang, Arsila Snack banyak melayani pembelian partai besar. Produknya dikemas dalam kantong plastik besar berkapasitas 100 kilogram. Hanya sedikit produk yang dipajang di rak rumahnya, sekadar untuk melayani tetangga atau warga sekitar yang ingin membeli eceran. Kesuksesan Lilis tidak dinikmatinya sendiri. Keberadaan Arsila Snack juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, dia dibantu oleh lima orang ibu warga Dusun Krajan. Jumlah tersebut bisa bertambah hingga 10 orang menjelang lebaran. Menurut pengakuannya, Lilis sengaja mempekerjakan mereka agar para ibu di lingkungannya juga memiliki penghasilan tambahan. (sdl)Baca Lainnya :
