Sedulur, Pesanggaran - Sempadan jalan di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi ambrol akibat terkikis aliran sungai menyusul hujan deras yang mengguyur sepanjang hari, Kamis, 12 Februari 2026. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar. Namun, warga mengkhawatirkan longsoran terus terus melebar sehingga memutus akses utama wilayah itu. Menurut Kepala Desa Sarongan Gunoto, longsor dipicu oleh erosi aliran sungai yang secara perlahan menggerus bagian bawah sempadan jalan. Kondisi tersebut semakin parah seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. “Kami bersama pihak Kecamatan Pesanggaran sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Aliran sungai memang terus menggerus area tepi jalan,” ujar Gunoto. Gunoto menuturkan, erosi yang terjadi tidak hanya membuat badan jalan semakin menyempit, tetapi juga semakin berisiko bagi keselamatan pengguna jalan. Saat malam atau hujan deras, risikonya bisa semakin berbahaya karena jarak pandang terbatas. “Proses erosi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, apalagi saat ini cuaca buruk dan hujan dengan intensitas sedang ke tinggi sering terjadi,” katanya. Kekhawatiran warga sebenarnya sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir, sebelum kejadian ambrol. Warga yang rutin melintas merasakan badan jalan semakin menipis dan rawan amblas. “Kami mengapresiasi laporan cepat dari warga. Ini bentuk kepedulian yang patut kita dukung. Kondisi di lapangan memang memerlukan penanganan segera,” tegasnya. Gunoto mengingatkan, kerusakan sempadan jalan berpotensi mengganggu roda perekonomian masyarakat jika tidak segera ditangani. Jalur tersebut merupakan akses penting untuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Sarongan dan sekitarnya. “Akses yang terhambat tentu akan berdampak pada distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat,” ujarnya. “Kalau kerusakan bertambah lebar, tentu akan mempersulit mobilitas warga dalam berbagai kegiatan sehari-hari.” Sembari menunggu koordinasi lanjutan dengan pihak terkait, Pemerintah Desa Sarongan saat ini tengah menyusun langkah penanganan darurat berdasarkan hasil tinjauan di lapangan. Salah satu langkah awal yang dipertimbangkan adalah rekayasa teknik sederhana untuk mengalihkan aliran air agar tidak terus menggerus sempadan jalan. Selain itu, pemasangan bronjong atau penahan buatan lainnya juga menjadi opsi untuk memperlambat laju erosi. “Yang terpenting saat ini adalah mencegah kerusakan bertambah parah sambil menunggu penanganan permanen,” tuturnya. (gil)Baca Lainnya :
