Selasa, 21 Januari 2020

Asa Si Pesepak Bola Muda

: :

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Selama pelatihan, Gesang bersama 20 remaja Indonesia lainnya yang terpilih diajari banyak hal terkait sepak bola modern. Mulai dari peningkatan skill, teknik individu, kerja sama tim, hingga mengatur pola makan untuk menjaga stamina agar tetap bugar.

“Di sana makan sudah diatur. Semua disiplin waktu,” kenang Gesang.

Sepulang dari Thailand, remaja kelahiran 20 Januari 2005 ini merasakan banyak perubahan pada dirinya dan karir sepak bolanya. Selain bertambah bugar, Gesang merasa mentalnya semakin kuat.

“Saya sekarang semakin PD dengan kemampuan yang saya miliki,” katanya.

Tidak hanya perubahan mental yang dia rasakan, pengetahuannya tentang sepak bola pun semakin meningkat. Pengalaman selama seminggu di Thailand mengajarkan kepadanya untuk lebih terbuka cara berfikirnya agar dapat menerima berbagai masukan dengan baik. Menurutnya, kepercayaan diri saja tanpa diimbangi peningkatan kemampuan tidaklah cukup.

“Kita diajarkan bagaimana bintang-bintang dunia bermain sepakbola, kemudian mempraktekkannya dalam sesi latihan bersama teman-teman,” imbuhnya.

Perubahan lain yang dirasakan Gesang, jaringannya dalam dunia sepak bola kini semakin luas. Hal ini dirasakannya setelah beberapa kali dia dipanggil oleh beberapa pelatih daerah untuk mengikuti turnamen.

Agustus tahun ini menjadi bulan yang padat baginya. Pertama, Gesang dipanggil oleh Tim UMM Pasuruan untuk mengikuti turnamen Piala Kemenpora seleksi wilayah Jawa Timur yang berlansung di Malang awal Agustus. Di tim ini Gesang bermain di posisi favoritnya, yaitu sebagai bek tengah.

Meskipun tim yang dibelanya hanya mampu meraih juara tiga dalam kompetisi, namun ada satu momen yang membuatnya terkesan. Gesang bertemu dengan Coach Timo Scheunemann dan mendapat beberapa nasihat berharga darinya.  

“Saya disarankan untuk tetap di jalur sepak bola. Kebetulan di Malang, saya berada satu tim dengan anaknya coach Timo (Scheunemann), Brandon namanya,” seru Gesang girang.

Seminggu berselang, putra pasangan Solikin dan Susiani ini terpilih menjadi bagian dari Tim Banyuwangi dalam ajang kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur.

Gesang Sepak Bola 2
Gesang Hidayatullah

Kesibukan Gesang tidak berhenti di situ, setelah mengikuti ajang GSI di Sidoarjo, bakat siswa kelas 9 SMPN 1 Siliragung ini terendus hingga ke Provinsi Gorontalo. Gesang dipilih menjadi bagian Tim Provinsi Gorontalo yang berlaga di ajang Piala Kemenpora seri nasional. Hebatnya, Gesang ditunjuk menjadi kapten tim.

“Di Gorontalo saya ditunjuk menjadi kapten oleh pelatih,” kenangnya.

Kesibukan Gesang mengikuti berbagai turnamen sepak bola agaknya masih akan berlanjut. Saat ditemui Sedulur di rumahnya (4/9), Gesang sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Blitar. Di Blitar, remaja asal Dusun Ringinmulyo, RT 3, RW 1, Desa Pesanggaran ini akan mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) Tim GSI Jawa Timur. 

“Saya dipanggil untuk mengikuti TC. TC ini bertujuan untuk memilih skuad yang mewakili Jawa Timur dalam turnamen GSI nasional,” terangnya.

Dukungan Orang Tua

Dengan aktivitasnya yang padat ini, Gesang mengaku terkadang merasa kelelahan. Namun, dia merasa bersyukur karena orang tuanya selalu mendukung semua aktivitas yang dijalaninya.

“Saya sangat bersyukur karena orang tua saya sangat mendukung aktivitas saya di sepak bola ini,” ujarnya.

Solikin yang selalu mendampingi Gesang mengiyakan pernyataan anak pertamanya tersebut. Dia pun menuturkan bagaimana dia mengantarkan Gesang kecil pergi berlatih di lapangan Pesanggaran.

“Seingat saya, saat itu Gesang masih kelas 3 SD. Dia ikut berlatih bersama Persip Pesanggaran,” kenang Solikin.

Keraguan sempat membersit dalam benak Solikin saat itu. Dia berfikir apakah benar anaknya akan menggeluti dunia sepak bola. Apa yang bisa diharapkan dari sepak bola?

Di tengah keraguan yang dialami Solikin waktu itu, datanglah Agus Anang, pelatih Gesang di Persip Pesanggaran sekaligus guru olahraga SMPN 1 Siliragung. Agus meyakinkan Solikin bahwa Gesang memiliki bakat yang mumpuni di bidang sepak bola.

“Sekarang saya yakin bahwa ini merupakan karunia Allah yang harus saya jaga. Meskipun berat di biaya, saya akan terus berjuang,” kata Solikin yakin.

Prestasi Akademik dan Dukungan Sekolah

Meskipun waktunya banyak dihabiskan untuk sepak bola, namun Gesang tidak melalaikan pendidikannya. Gesang termasuk siswa berprestasi di sekolahnya. Sejak kelas 7 sampai saat ini, dia selalu masuk kelas favorit SMPN 1 Siliragung.

Menurut guru olah raga SMPN 1 Siliragung, Agus Anang, pihak sekolah juga sangat mendukung aktivitas Gesang. Meskipun karena aktivitasnya itu, Gesang harus meninggalkan sekolah untuk waktu yang cukup lama. Untuk hal ini, pihak sekolah memberi dispensasi khusus.

“Kami (pihak sekolah) sangat mendukung aktivitas Gesang di sepakbola,” serunya.

Lanjut Agus, dukungan sekolah terhadap Gesang ini bukan tanpa alasan. Dia yakin dengan bakat yang dimilikinya, Gesang dapat mengharumkan nama sekolah.

“Gesang mampu membawa SMPN1 Siliragung menjadi runner-up GSI tingkat Kabupaten Banyuwangi dan juara 3 Liga Pelajar Indonesia (LPI) tingkat Kabupaten Banyuwangi,” jelas Agus.

Kabar mengenai prestasi Gesang di sepak bola ini ternyata menjadi perhatian tetangga dan teman-temannya di Pesanggaran. Teman-temannya, baik di Persip Pesanggaran maupun di sekolah, kini semakin termotivasi untuk lebih giat berlatih.

“Saya ingin seperti Mas Gesang,” kata Agus menirukan anak-anak didiknya yang terinspirasi Gesang.

Dengan berbagai pengalaman sepak bola yang telah dilaluinya, Gesang pun semakin yakin dan bertekad untuk menggapai cita-citanya menjadi pemain seorang profesional. Meskipun demikian, dia tidak melupakan kelanjutan pendidikan formalnya. Ditanya mengenai rencana setelah lulus SMP, dia menyebut satu nama sekolah yang dikenal melahirkan atlit-atlit nasional. “Saya ingin ikut seleksi masuk SMA Ragunan,” ujarnya yakin. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Minhajussalikin dan Dakwah Islam di Pesanggaran

Membincang soal dakwah Islam di Pesanggaran tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh seperti Kiai Khoirun dan KH. Fathul Mubin Amirullah. Kiai Khoirun adalah pendiri Masjid Jami’ Roudlotul Huda, sedangkan Kiai Mubin adalah pengasuh Pondok Pesantren (PP) Minhajussalikin.

Gula Semut yang Imut

Ada gula ada semut, semua orang kenal ungkapan ini. Tapi, tahukah Anda tentang gula semut? Produk dengan nama yang lucu ini memang belum terlalu populer.

Baca Juga: