Rabu, 20 November 2019

Remaja Pesanggaran Ikuti Pelatihan Bersama Tottenham Hotspur di Thailand

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Seorang remaja asal Dusun Ringinmulyo, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi berhasil meraih tiket untuk mengikuti pelatihan sepak bola di Phuket, Thailand bersama Global Development Coach Tottenham Hotspur. Program ini merupakan bagian dari ajang pencarian bakat pesepakbola muda yang digelar oleh AIA bertajuk AIA 100 Talents Go to Phuket.

Gesang Hidayatullah, nama remaja tersebut, harus bersaing dengan 400 peserta seleksi yang digelar di Stadion Brawijaya Surabaya beberapa waktu yang lalu (20/4). Materi seleksi meliputi kemampuan teknik dan kerjasama tim. Putra sulung pasangan Solikin dan Susiani ini terpilih bersama 20 remaja lainnya dan satu-satunya dari Banyuwangi.

“Ada 20 orang yang terpilih dari seleksi Surabaya,” terang Gesang.

Gesang mengetahui informasi mengenai program AIA ini melalui media sosial. Dia nyaris tidak mendaftar karena waktu pendaftaran sudah hampir tutup.

Gesang Hidayatullah (tengah) sukses meraih tiket ke Phuket, Thailand untuk mengikuti pelatihan sepak bola di bawah asuhan Global Development Coach Tottenham Hotspur.

“Waktunya mepet. Tidak sampai seminggu lagi pendaftaran ditutup,” kenang Gesang.

Setelah berhasil mendaftar, siswa kelas 3 SMPN 1 Siliragung ini pun berangkat ke Surabaya dengan diantar oleh ayahnya.

Bermain sepak bola bukan hal yang baru bagi Gesang. Sejak kelas 6 SD, dia sudah aktif berlatih bersama klub sepak bola di desanya, Persip Pesanggaran.

Bahkan, tahun lalu Gesang menjadi salah satu kontingen yang mewakili Banyuwangi dalam ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) di Gresik. GSI merupakan liga pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dimulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Gesang mengikuti kompetisi di tingkat provinsi.

Perjuangan Gesang menuju Thailand tidaklah mudah. Di tengah seleksi, dia hampir saja menyerah lantaran cedera. “Kaki saya bengkak karena benturan dengan peserta lain,” terang Gesang.

Setelah diyakinkan oleh sang Ayah, Gesang memantapkan hatinya untuk melanjutkan tahapan seleksi meskipun sambil menahan sakit. Perjuangan Gesang pun berujung manis. Dia terpilih untuk mengikuti pelatihan di Thailand di bawah arahan tim pelatih dari salah satu tim favoritnya, Tottenham Hotspur.

“Besok (Sabtu, 29 Juni 2019) saya berangkat dari Juanda menuju Thailand,” kata Gesang. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: