Jumat, 12 Jun 2026
MENU

Purnawiyata di SMP PGRI 3 dan SMPN 2 Pesanggaran Usung Budaya Jawa dan Simbol Kebebasan

Sedulur, Pesanggaran - Purnawiyata siswa kelas IX tahun pelajaran 2025/2026 di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi berlangsung dalam suasana khidmat dan haru.

Dua sekolah menengah, SMP PGRI 3 Pesanggaran dan SMP Negeri 2 Pesanggaran, menghadirkan konsep yang berbeda dalam pelepasan para siswanya menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

SMP PGRI 3 Pesanggaran yang terletak di Desa Kandangan mengusung nuansa adat Jawa, Senin, 8 Juni 2026. Sementara itu, SMP Negeri 2 Pesanggaran yang terletak di Desa Sumberagung lebih dahulu melaksanakan purnawiyata dengan melepaskan burung merpati dan balon putih sebagai simbol kebebasan meraih cita-cita, Sabtu, 6 Juni 2026.

Di SMP PGRI 3 Pesanggaran, para siswa mengenakan busana adat Jawa lengkap. Sementara itu, prosesi pelepasan dikemas dengan sentuhan budaya Kejawen yang mencerminkan penghormatan terhadap tradisi leluhur.


Baca Lainnya :

Ratusan orang tua siswa, tamu undangan, komite sekolah, serta para guru turut hadir menyaksikan momen bersejarah bagi para lulusan yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun ini.

Kepala SMP PGRI 3 Pesanggaran Suwarso menyampaikan bahwa penggunaan konsep adat Kejawen bukan sekadar memperindah acara, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai budaya serta karakter luhur bangsa kepada generasi muda.

“Tradisi Kejawen yang kami hadirkan menjadi simbol penghormatan kepada orang tua, guru, dan leluhur yang telah berperan dalam perjalanan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Selanjutnya, ia berharap para lulusan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan membawa bekal ilmu pengetahuan sekaligus karakter yang kuat.

“Kami bangga melihat perkembangan para siswa hingga hari ini. Semoga mereka menjadi generasi yang sukses, berakhlak mulia, dan mampu mengharumkan nama sekolah maupun daerah,” ujarnya.

Suasana haru tampak saat prosesi sungkeman kepada orang tua dan guru berlangsung. Banyak siswa dan wali murid yang tidak mampu menahan air mata ketika saling menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan selama menempuh pendidikan.


Sementara itu, murid-murid lulusan SMP Negeri 2 Pesanggaran memilih melepaskan burung merpati. Saat hitungan bersama dikumandangkan, ratusan pasang mata tertuju ke langit mengikuti burung-burung merpati yang terbang tinggi diikuti balon putih yang perlahan menghilang di cakrawala. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

Kepala SMP Negeri 2 Pesanggaran Suryanto mengatakan bahwa pelepasan merpati dan balon putih memiliki makna mendalam bagi para lulusan.

Burung merpati melambangkan kebebasan, keteguhan, dan kemampuan menemukan jalan pulang. Sedangkan balon putih melambangkan harapan, cita-cita, dan doa yang dipanjatkan untuk masa depan anak-anak. 

“Kami berharap mereka mampu terbang tinggi meraih impian tanpa melupakan asal-usul dan nilai-nilai yang telah diajarkan di sekolah,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar seluruh lulusan terus menjaga semangat belajar, disiplin, serta menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal langkah menuju tantangan yang lebih besar. Teruslah belajar, hormati orang tua dan guru, serta jadilah generasi yang membanggakan bangsa,” pesannya. (gil)