Sedulur, Pesanggaran - Menjelang musim tanam, Pemerintah Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi melaksanakan tradisi Baritan Buka Dam Sawahan di Dam Sumberdadi, Kamis, 4 Oktober 2025. Dam Sumberdadi merupakan dam irigasi utama Desa Kandangan. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai lapisan tampak berkumpul di area dam. Mereka membawa tumpeng dan hidangan tradisional sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi baritan dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Setelah doa selesai, warga bersama perangkat desa membuka pintu dam. Air dari dam kemudian mengalir ke jaringan irigasi desa untuk memenuhi kebutuhan air sawah para petani. Momentum ini menandai dimulainya masa pengolahan lahan dan penanaman padi. Menurut Kepala Dusun Sumberdadi Suyitno, tradisi baritan buka dam telah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu sehingga menjadi identitas budaya masyarakat Kandangan saat musim tanam. Dengan melaksanakan tradisi, masyarakat mengharapkan keberkahan, perlindungan dari hama, serta kelancaran hasil panen. Sementara itu, Kepala Desa Kandangan Riyono, S.H. lebih menekankan mengenai nilai-nilai luhur di dalamnya sehingga tradisi baritan harus dipertahankan. “Di dalamnya terdapat nilai syukur, kebersamaan, dan gotong royong. Setiap tahun masyarakat menunggu momen ini sebagai doa bersama agar pengairan berjalan lancar dan panen bisa melimpah,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan dam dan kelancaran irigasi adalah faktor vital bagi kesejahteraan petani. Oleh karena itu, Pemerintah Desa berkomitmen untuk menjaga saluran irigasi agar tetap berfungsi baik. “Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa air adalah sumber kehidupan bagi petani dan desa. Semoga musim tanam tahun ini membawa hasil yang lebih baik untuk masyarakat Kandangan,” ujarnya. Secara sosial, kegiatan baritan bisa juga menjadi ajang memperkuat hubungan antarwarga. Banyak masyarakat yang datang membantu persiapan acara, membersihkan area dam, serta bekerja sama dalam memastikan aliran air terbuka dengan baik. Para petani juga merasa terbantu dengan adanya tradisi tersebut karena selain menjadi doa bersama, kegiatan ini juga memotivasi mereka untuk bersama-sama merawat saluran irigasi dan lingkungan persawahan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga berharap tradisi baritan akan selalu lestari dan terus membawa keberkahan bagi Desa Kandangan dari generasi ke generasi. (gil)Baca Lainnya :
